Peringati Haul ke-48 KH. Abdul Mannan, Memperkuat Komitmen Bersama Dalam Melanjutkan Perjuangan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:12

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News – Pembukaan Haul ke-48 pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatut Thalibin, KH. Abdul Mannan, berlangsung khidmat di Rembang, Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Acara ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa sekaligus melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian beliau di bidang pendidikan dan keagamaan.

Ketua panitia, Muhawi Ismail, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal demi menyukseskan kegiatan haul tahun ini. Salah satunya melalui sosialisasi yang melibatkan panitia, alumni, serta masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk menyukseskan Haul ke-48 KH. Abdul Mannan ini, kami bersama panitia dan masyarakat telah melakukan sosialisasi agar kegiatan ini bisa dihadiri secara luas. Kami ingin seluruh elemen, baik alumni, santri, maupun masyarakat, hadir bersama untuk mendoakan beliau,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurutnya, bahwa KH. Abdul Mannan merupakan sosok ulama yang patut dikenang dan diteladani oleh generasi saat ini.

“Beliau adalah sosok yang wajib kita kenal dan kita ingat, meskipun hanya sejenak dalam setiap kesempatan. Haul ini bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan beliau,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa haul tahun ini memiliki nilai lebih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sejalan dengan tema yang diusung, yakni Merawat Jejak Pengabdian.

Baca Juga :  Menantu Kades Diduga Melakukan Intimidasi Pada Wartawan, Tim Kuasa Hukum Resmi Lapor ke Polres Rembang

“Yang membedakan haul ke-48 ini adalah penguatan nilai pendidikan yang ditinggalkan beliau. Kami berharap seluruh alumni dan masyarakat bisa bersama-sama merawat jejak pengabdian tersebut, meneladani apa yang telah beliau lakukan, dan menerapkannya agar bermanfaat bagi sesama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Hidayatut Thalibin, KH. Naufal Mannan, menekankan bahwa haul tahun ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan seluruh elemen pesantren sekaligus memperkuat komitmen pengabdian.

“Tahun ini adalah kesempatan emas bagi yayasan, stakeholder, keluarga besar, siswa, serta seluruh elemen untuk menjalin hubungan yang lebih erat. Ini menjadi ladang pengabdian kita kepada masyarakat, umat, dan terutama kepada pondok pesantren,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa semangat haul tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus terus dirawat dan dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Momentum ini harus terus kita jaga. Para santri, alumni, dan simpatisan harus terus kembali, merajut, dan melanjutkan pengabdian sebagai pewaris perjuangan para pendahulu,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH. Naufal Mannan memaparkan nilai-nilai utama yang diwariskan oleh KH. Abdul Mannan, yang menjadi dasar dalam pengembangan program yayasan ke depan.

Baca Juga :  Bakesbangpol Sampang dan Gabungan LSM Sepakat Tutup Polemik Lewat Dialog dan Musyawarah

“Pertama, beliau selalu mendahulukan moralitas dan spiritualitas dibandingkan intelektualitas semata. Kedua, komitmen beliau dalam mengabdi tanpa kenal lelah, dengan prinsip khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain). Beliau mengabdi kapan pun dan di mana pun,” paparnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti metode pendidikan yang diajarkan, yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik nyata dalam kehidupan.

“Metode yang beliau ajarkan bukan hanya bagaimana santri mendapatkan ilmu, tetapi bagaimana ilmu itu bisa dipraktikkan. Esensi pendidikan sejatinya adalah mencetak manusia yang totalitas, menjadi santri yang total, muslim yang total, guru yang total, hingga pengelola lembaga pendidikan yang total,” lanjutnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi besar yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh seluruh santri dan alumni.

“Inilah warisan terbesar beliau. Nilai perjuangan dan pendidikan ini akan terus kami lanjutkan dan realisasikan dalam program-program yayasan ke depan,” pungkasnya.

Kegiatan haul ini pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan perjuangan KH. Abdul Mannan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur
Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian
Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa
Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti
Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen
Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SDN Kolor 2
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Warga Camplong Laporkan Hasanah ke Polres Sampang, Libas88 Desak Penanganan Secara Profesional
Curanmor Gagal Beraksi, Dua Warga Sukajeruk Dibekuk Unit Reskrim Polsek Masalembu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:26

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49

Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:25

Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa

Senin, 27 Juli 2026 - 20:00

Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13

Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen

Berita Terbaru