SAMPANG, Suara Madura News – Program HIPPA merujuk pada Himpunan Petani Pemakai Air, sebuah program pemberdayaan masyarakat petani yang berfokus pada pengelolaan irigasi. Program ini terwujud melalui berbagai kegiatan seperti Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang bertujuan merehabilitasi dan meningkatkan jaringan irigasi secara partisipatif dan swakelola, serta program-program lain seperti pembinaan kelembagaan dan pelatihan pertanian.
Tujuan program HIPPA Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan air irigasi, Dengan infrastruktur yang lebih baik, distribusi air menjadi lebih lancar dan tidak bocor, yang berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian.
Namun kenyataan di lapangan jauh dari kata diatas, salah satunya pekerjaan irigasi yang dikerjakan oleh kelompok HIPPA Ragung Makmur banyak kejanggalan yang harus diperhatikan, saat monitoring media menemukan banyak indikasi penyimpangan terkait pembangunan saluran tersebut
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Diantara adanya dugaan tidak sesuai teknik pondasi irigasi dipertanyakan kedalamannya, teknik penataan batunya pun terlihat tidak sesuai dengan Gambar Teknik ,Adapun tempat atau lokasi juga dipertanyakan, Memenuhi kebutuhan air untuk pertanian, Mengelola secara teknis pembagian air irigasi agar sesuai dengan kebutuhan lahan dan pola tanam yang ditetapkan.
Namun hal berbeda pada pekerjaan Hippa Di kabupaten Sampang dikerjakan P3A Ragung Makmur yang mana alokasi lebih banyak mengerucut mencari keuntungan pribadi sehingga banyak pekerjaan bermacam persoalan ditemukan.
Saat dikonfirmasi pelaksana pekerjaan Mat Suri mengatakan, kalau pihaknya sudah mengerjakan dengan benar dan sesuai dengan RAB dan apa yang telah disampaikan oleh pihak kantor, “Itu sudah dikerjakan sesuai RAB mas, kita juga takut,” ucapnya.
Mat Suri Juga Menambahkan, Untuk galian pondasi itu sudah dalam bahkan lebih, kalau yang sebelahnnya karena itu belum selesai.”Ya mau gimana lagi kita juga dapat Zub/( orang ketiga),” tambahnya.
Untuk dasarnya juga tidak perlu dan dibiarkan begitu saja kalau dulu memang ada lantai dasarnya dicor atau ada batu kerikilnya,katanya.
Kalau sekarang sudah gak pakek katanya, waktu rapat iya gak apa kalaupun tidak ada lantai dasarnya, timpal Mat Suri.
Perlu diketahui dilokasi pekerjaan ada pendamping HIPPA yang saat di tanya tidak bisa jawab hanya sebatas Plonga plongo dan terkesan cuek tidak bisa menjawab.
Penulis : Tim
Editor : EM










