SAMPANG, Suara Madura News – Dibalik rencana besar Pemerintah Kabupaten Sampang memetakan kekuatan ekonomi melalui Sensus Ekonomi (SE) 2026, ada ribuan langkah kaki petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak. Kesuksesan agenda ini bukan hanya soal kecanggihan sistem data, melainkan tentang kualitas interaksi antara petugas dan warga di depan pintu rumah mereka.
Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menyadari bahwa kejujuran informasi hanya bisa lahir dari rasa percaya. Oleh karena itu, ia menitipkan pesan khusus agar masyarakat memberikan sambutan yang hangat dan kooperatif saat petugas berkunjung.
“Petugas kami datang bukan untuk mengaudit atau mencari kesalahan, melainkan untuk mendengar cerita tentang aktivitas ekonomi warga. Senyum dan keterbukaan warga adalah kunci agar potret ekonomi Sampang tidak bias,” ujar Bupati Slamet Junaidi.
Untuk menghindari kekhawatiran masyarakat terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Pemkab Sampang bersama BPS memastikan bahwa setiap petugas lapangan akan dibekali dengan atribut resmi.
Dia menekankan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan rutin, melainkan upaya strategis untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah saat ini.
“Menemukan sektor-sektor unggulan yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan kelestarian alam melalui data ekonomi lingkungan yang akurat,” pungkasnya.
Penulis : Ifan
Editor : EM









