Kepala Puskesmas Saronggi Terkesan Tutupi Adanya Siswa Keracunan Setelah Konsumsi MBG SPPG Syita Ananta

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Saronggi kab. Sumenep

Puskesmas Saronggi kab. Sumenep

SUMENEP, Suara Madura News – Penanganan kasus dugaan gangguan kesehatan siswa usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kontroversi.

Kepala Puskesmas Saronggi, Kabupaten Sumenep, Nurul Latifa, disorot tajam karena dinilai tidak kooperatif dan tidak memberikan klarifikasi yang berbasis data medis resmi saat dikonfirmasi terkait sejumlah siswa yang diperiksa setelah mengalami diare dan sakit perut.

Alih-alih menyampaikan keterangan langsung disertai rekam medis atau hasil pemeriksaan, klarifikasi justru disampaikan melalui pihak lain. Babinsa Koramil Saronggi yang mengaku mewakili pihak puskesmas memberikan pernyataan yang dinilai meredam persoalan tanpa dasar medis yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Silahkan sampean menemui saya, tidak ada keracunan, tapi sakit perut biasa. Puskesmas jangan dipermasalahkan lagi,” kata Babinsa Koramil Saronggi, Senin (13/4/2026).

Pernyataan tersebut langsung menuai sorotan, karena dinilai tidak berbasis data klinis, dan terkesan menutup ruang klarifikasi publik terhadap dugaan insiden kesehatan yang melibatkan siswa.

Yang menjadi sorotan utama, hingga kini pihak Puskesmas Saronggi belum menunjukkan hasil pemeriksaan medis atau rekam medis pasien sebagai dasar pernyataan bahwa tidak terjadi keracunan.

Padahal, dalam kasus yang menyangkut dugaan gangguan kesehatan, transparansi berbasis data medis menjadi hal krusial.

“Kalau memang hanya sakit perut biasa, mana hasil pemeriksaannya? Mana rekam medisnya? Jangan hanya klaim sepihak,” ujar salah satu warga Syamsul Arifin, Senin, (13/4/2026).

Baca Juga :  Keberadaan Industri Rokok Lokal Madura Dirasakan Manfaatnya Oleh Masyarakat

Sikap ini bahkan memunculkan dugaan bahwa pihak puskesmas alergi terhadap konfirmasi media dan cenderung menghindari klarifikasi terbuka.

Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan adanya siswa yang harus mendapatkan penanganan medis usai menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Syita Ananta Talang.

Seorang wali murid yang tidak mau disebutkan identitasnya mengungkapkan, bahwa anaknya mengalami gangguan kesehatan hingga harus dibawa ke puskesmas.

“Alhamdulillah gak sampek ngamar, di kasih minum obat, nunggu berapa jam. Alhamdulillah boleh pulang. Alhamdulillah gurunya baik, ngurusin di puskesmas,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan kasus tunggal, bahkan diduga lebih banyak yang mengalami namun tidak semuanya dibawa ke fasilitas kesehatan.

“Iya MBG yang bakso kemaren itu, di sekolah sampek masuk puskesmas ada dua sih kemaren,” jelasnya.

Perbedaan mencolok antara keterangan wali murid dan pernyataan pihak puskesmas memunculkan pertanyaan serius.

Di satu sisi, ada siswa yang diperiksa dan mendapat penanganan medis. Di sisi lain, pihak puskesmas justru menyederhanakan kondisi sebagai “sakit perut biasa” tanpa disertai bukti medis yang dapat diuji publik.

Situasi ini menimbulkan kesan kuat adanya upaya meredam isu tanpa transparansi dan tanpa dasar data medis yang jelas.

Sikap Kepala Puskesmas Saronggi yang tidak memberikan klarifikasi langsung serta tidak membuka data hasil pemeriksaan dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik.

Baca Juga :  Lemahnya Pengawasan, SPPG Lenteng Barat Sajikan Menu MBG Busuk dan Tidak Layak Konsumsi

Dalam kasus yang menyangkut kesehatan anak-anak, publik menilai tidak boleh ada sikap defensif, apalagi menghindari konfirmasi media.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa tidak dijelaskan terbuka dengan data medis? Kenapa harus diwakili dan malah seolah menutup isu?” ujar warga lainnya.

Kasus ini kini berkembang menjadi persoalan yang lebih luas, bukan hanya soal dugaan dampak makanan MBG, tetapi juga menyangkut kredibilitas dan integritas layanan kesehatan di tingkat lokal. Ketika klarifikasi tidak berbasis data dan akses informasi dibatasi, maka kepercayaan publik berada di titik rawan.

Publik mendesak agar Puskesmas Saronggi segera memberikan klarifikasi resmi yang transparan dan berbasis data, termasuk hasil pemeriksaan dan rekam medis pasien.

Apakah benar hanya “sakit perut biasa”? Atau ada indikasi lain yang belum diungkap?.

Tanpa keterbukaan tersebut, pernyataan “jangan dipermasalahkan” justru berpotensi memperkeruh keadaan dan memperdalam kecurigaan publik.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas pelayanan kesehatan. Dalam isu yang menyangkut keselamatan anak-anak, tidak ada ruang untuk menutup-nutupi, menghindari media, atau menyampaikan klaim tanpa dasar medis.

Kini publik menunggu: apakah pihak Puskesmas Saronggi akan membuka fakta secara transparan, atau tetap bertahan pada sikap yang justru memperbesar tanda tanya, dinilai tidak kooperatif saat dikonfirmasi terkait sejumlah siswa yang diperiksa setelah mengalami diare dan sakit perut.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

DKPP Sumenep Himbau Petani Tembakau Tetap Menjaga Kualitas Demi Menghasilkan Kualitas Tinggi
Banyaknya Masalah di Desa Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Takut Menegur
Sudah Jadi Tersangka Terduga Pelaku Penganiayaan, Kluarga Korban Menemukan Titik Terang
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Sumenep dan Jasa Raharja Sosialisasikan Aplikasi JRku kepada Pengemudi Ojol
Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Ngaku Beroperasi Sesuai SOP, SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Ternyata Disuspend BGN
Polres Sampang Ungkap Kasus Penadahan Motor Hasil Curian, Satu Tersangka Diamankan
Lucu, Tim Auditor Inspektorat Audit ADD dan DD Desa Meddelan. Kenapa BUMDes Luput Dari Audit

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:07 WIB

DKPP Sumenep Himbau Petani Tembakau Tetap Menjaga Kualitas Demi Menghasilkan Kualitas Tinggi

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:59 WIB

Banyaknya Masalah di Desa Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Takut Menegur

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:20 WIB

Sudah Jadi Tersangka Terduga Pelaku Penganiayaan, Kluarga Korban Menemukan Titik Terang

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:23 WIB

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Sumenep dan Jasa Raharja Sosialisasikan Aplikasi JRku kepada Pengemudi Ojol

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:26 WIB

Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berita Terbaru