Keluhan Menu MBG dan Keresahan Warga Sekitar Dapur, Kepala SPPG Saronggi Masih Membisu

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:57

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dokumentasi wali murid saronggi Sumenep

Foto Dokumentasi wali murid saronggi Sumenep

SUMENEP, Suara Madura News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Saronggi kembali menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas menu yang dibagikan kepada siswa, sementara warga sekitar dapur SPPG Saronggi mengaku resah dengan dampak aktivitas operasional di lingkungan mereka.

Beberapa wali murid menyampaikan bahwa menu MBG yang diterima anak-anak dinilai kurang layak. Keluhan tersebut mencakup rasa makanan yang dianggap kurang enak, penyajian yang kurang menarik, hingga kondisi lauk dan sayur yang dinilai kurang segar.

Baca Juga :  Badan Gizi Nasional Suspensi 10 SPPG di Sumenep, Ini Daftarnya

“Kami berharap makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan kebersihan. Ini untuk anak-anak,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, warga yang tinggal di sekitar dapur SPPG Saronggi juga mengungkapkan keresahan. Mereka mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan makanan. Selain itu, pengelolaan limbah dapur disebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Sidak Satgas MBG Sumenep Temukan Pelanggaran Serius, SPPG Terkesan Abai Terhadap Aturan

“Kami mendukung program pemerintah, tapi jangan sampai mengganggu kenyamanan warga. Harus ada solusi soal limbah dan kebersihan,” kata seorang warga setempat.

Masyarakat berharap ada evaluasi dan perbaikan segera, baik dari segi kualitas menu MBG maupun pengelolaan dapur, agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak ini dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Saronggi masih belum memberikan pernyataan resmi terkait berbagai keluhan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum mendapatkan respons.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur
Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian
Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa
Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti
Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen
Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SDN Kolor 2
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Warga Camplong Laporkan Hasanah ke Polres Sampang, Libas88 Desak Penanganan Secara Profesional
Curanmor Gagal Beraksi, Dua Warga Sukajeruk Dibekuk Unit Reskrim Polsek Masalembu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:26

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49

Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:25

Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa

Senin, 27 Juli 2026 - 20:00

Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13

Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen

Berita Terbaru