SUMENEP, Suara Madura News – Workshop Teater dalam rangkaian Pekan Seni Madura (PSM) X yang digelar UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep berlangsung meriah di Aula Lantai 3 UPI Sumenep, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, Syah A. Lathif dan Deny Tri Aryanti, S.Sn., M.Hum.. Menariknya, peserta yang mengikuti workshop berasal dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas teater, sanggar seni pelajar, mahasiswa, hingga siswa sekolah dasar.
Workshop ini digelar sebagai ruang edukasi bagi para pelaku seni untuk memahami proses kreatif dalam menciptakan sebuah karya teater. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar manajemen produksi pertunjukan dan keaktoran sebagai bekal dalam proses penciptaan karya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya menerima materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung berbagai teknik yang dipelajari. Di akhir kegiatan, seluruh peserta menampilkan hasil eksplorasi mereka melalui pementasan mini yang disiapkan secara berkelompok.
Suasana workshop berlangsung dinamis. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi, berlatih, hingga mengeksplorasi gerak dan kreativitas bersama dalam satu ruang yang terbuka.
Salah satu pemateri, Deny Tri Aryanti, S.Sn., M.Hum., mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang dinilai mampu menghadirkan ruang belajar seni yang inklusif.
“Saya mengapresiasi panitia yang berhasil menghadirkan ruang kreatif seperti ini. Pesertanya sangat beragam, mulai dari komunitas teater, mahasiswa, pelajar, hingga siswa SD. Ini menjadi bukti bahwa seni bisa diterima dan dipelajari oleh siapa saja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum UKM Sanggar Lentera, Fathur Rahman, mengatakan bahwa workshop teater merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang lebih kuat di Madura.
“Kami ingin Pekan Seni Madura tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga ruang belajar. Harapannya, peserta yang hadir tidak berhenti pada pengalaman mengikuti workshop, melainkan terus berkarya, membangun komunitas, dan ikut menghidupkan kesenian di Madura,” katanya.
Menurutnya, pertemuan peserta dari berbagai usia dan latar belakang dalam satu ruang kreatif menjadi bukti bahwa kesenian mampu menyatukan banyak pihak. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan menekuni dunia seni pertunjukan.
Penulis : ZR
Editor : EM










