SUMENEP, Suara Madura News – Kabar menggembirakan datang bagi petani tembakau di Kabupaten Sumenep. Memasuki musim panen 2026, Haswal Group resmi membuka pembelian perdana tembakau hasil produksi petani, Senin (24/8/2026).
Pembelian perdana tersebut berlangsung di gudang utama Haswal Group yang berlokasi di Desa Takong, Jalan Raya Lenteng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Sejak pagi, sejumlah petani mulai berdatangan membawa hasil panen mereka untuk menjalani proses pemeriksaan dan penilaian kualitas sebelum dilakukan transaksi pembelian.
Aktivitas pembelian ini menjadi momentum yang dinantikan para petani. Selain memberikan kepastian pasar, pembukaan pembelian juga menjadi indikator awal pergerakan harga tembakau pada musim panen tahun ini.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Owner Haswal Group, H. Gufron, mengatakan bahwa pembukaan pembelian perdana merupakan langkah awal perusahaan dalam menyerap hasil panen tembakau petani Sumenep secara berkelanjutan.
“Dengan mengucapkan Bismillah, hari ini kita membuka pembelian perdana tembakau. Kami berharap musim panen tahun ini berjalan lancar dan kualitas tembakau yang dihasilkan petani sesuai dengan harapan kita bersama,” ujar H. Gufron saat ditemui di gudang utama Haswal Group.
Menurutnya, kualitas menjadi faktor utama dalam menentukan harga pembelian. Setiap tembakau yang masuk akan melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu guna memastikan standar kualitas yang dibutuhkan pasar.
“Dalam pembelian ini tentu kami melihat kualitas tembakaunya terlebih dahulu. Setiap hasil panen yang dibawa petani akan kami periksa dan nilai, karena kualitas menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga pembelian,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa harga tembakau tahun ini tidak dipatok secara seragam. Harga disesuaikan dengan kualitas hasil panen yang dibawa petani.
“Untuk harga sementara ini bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, tergantung kualitas tembakau. Jadi harga nantinya sesuai dengan kualitas yang kami butuhkan,” katanya.
H. Gufron berharap pembelian yang dimulai hari ini dapat berlangsung secara konsisten selama musim panen berlangsung, sehingga petani memiliki akses pasar yang jelas untuk menjual hasil produksinya.
“Kami berharap pembelian ini bisa berjalan dengan baik dan terus berlangsung selama musim tembakau. Yang terpenting, petani memiliki tempat untuk memasarkan hasil panennya dan prosesnya dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan musim tembakau tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan pasar dalam menyerap produksi petani.
“Petani sudah bekerja dan merawat tanaman sejak awal musim. Karena itu, ketika memasuki masa panen, kami berharap hasil produksinya dapat terserap dengan baik. Kami juga berharap kualitas tembakau tahun ini semakin bagus sehingga bisa memberikan hasil yang optimal bagi petani,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang petani tembakau, Mashura, menyambut positif dimulainya pembelian oleh Haswal Group. Menurutnya, keberadaan pembeli yang siap menyerap hasil panen memberikan rasa optimistis bagi petani.
“Bagi kami petani, dimulainya pembelian seperti ini tentu menjadi kabar yang baik. Ketika panen sudah mulai berlangsung, yang kami pikirkan bukan hanya bagaimana menghasilkan tembakau yang bagus, tetapi juga bagaimana hasil tersebut bisa dipasarkan dengan harga yang sesuai,” ujarnya.
Mashura berharap proses penilaian kualitas dan penentuan harga dilakukan secara terbuka agar petani memahami standar yang menjadi dasar pembelian.
“Kami berharap kualitas tembakau bisa dinilai secara jelas dan harga yang diberikan juga disampaikan secara terbuka kepada petani. Dengan begitu, petani bisa mengetahui standar yang menjadi pertimbangan dalam proses pembelian,” katanya.
Menurutnya, keberadaan perusahaan yang mampu menyerap tembakau secara berkelanjutan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian petani dan masyarakat di sekitar sentra produksi tembakau.
“Kalau pembelian bisa terus berjalan selama musim panen, tentu akan sangat membantu petani. Hasil panen tidak terlalu lama tersimpan dan petani memiliki kepastian untuk menyalurkannya,” ungkapnya.
Dengan dibukanya pembelian perdana tersebut, Haswal Group menjadi salah satu alternatif pasar bagi petani tembakau di Kabupaten Sumenep. Harga yang mencapai Rp70 ribu per kilogram untuk kualitas terbaik diharapkan mampu memberikan semangat bagi petani dalam menjaga mutu hasil panen sekaligus memperkuat roda ekonomi tembakau lokal selama musim panen 2026.
Penulis : Ifan
Editor : ZR










