Tak Boleh Ada Tekanan! Ketua IWO Sumenep Kecam Dugaan Intimidasi Terhadap Guru dalam Program MBG

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 06:28

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan Kementerian Agama setempat segera mengambil langkah tegas terkait dugaan praktik intimidasi terhadap guru dalam proses pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dinilai memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik. Namun, pelaksanaannya di daerah dinilai tercoreng jika diwarnai tindakan yang menekan pihak guru.

Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain Ramli, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah laporan dan catatan terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum penyelenggara program di tingkat lapangan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menerima dan mengantongi sejumlah catatan penting di lapangan. Ada indikasi kuat bahwa oknum SPPG melakukan tekanan terhadap guru, terutama mereka yang mempublikasikan atau menyampaikan informasi terkait pendistribusian Makan Bergizi Gratis. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, pola intimidasi diduga dilakukan secara tidak langsung, bahkan melalui struktur sekolah.

“Kami menemukan dugaan bahwa tekanan itu dilakukan secara sistematis, termasuk melalui kepala sekolah, dengan dalih pemberian insentif kepada koordinator sekolah. Ini berbahaya karena berpotensi membungkam suara guru yang seharusnya menjadi bagian dari kontrol sosial,” tegasnya.

Baca Juga :  Keluhan Menu MBG dan Keresahan Warga Sekitar Dapur, Kepala SPPG Saronggi Masih Membisu

Menurutnya, praktik tersebut tidak bisa dianggap sepele karena dapat merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah yang sejatinya memiliki dampak positif bagi masyarakat.

“Jika guru sebagai garda terdepan di sekolah justru ditekan, maka transparansi program akan hilang. Ini bukan hanya soal teknis distribusi, tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap integritas program itu sendiri,” imbuhnya.

Imam menegaskan bahwa guru harus ditempatkan dalam posisi yang aman dan bebas dari tekanan dalam menjalankan perannya, termasuk dalam menyampaikan fakta di lapangan.

“Kami mendesak agar Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama segera menerbitkan Surat Edaran resmi yang menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap segala bentuk intimidasi. Guru harus dilindungi, diberi ruang untuk bersuara, dan dijamin keamanannya saat menyampaikan temuan di lapangan, berkaitan dengan Program MBG tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap praktik yang mencederai nilai-nilai profesionalitas dalam pelaksanaan program.

“Tidak ada ruang sedikit pun untuk intimidasi. SPPG harus bekerja secara profesional dan transparan. Guru tidak boleh dibungkam oleh tekanan dalam bentuk apa pun. Kebenaran harus tetap disuarakan tanpa rasa takut,” ujarnya.

Baca Juga :  Tokoh Pemuda Desak Audit Menyeluruh Program MBG di Sumenep, Salah Satunya SPPG Pakamban Laok 2

Senada dengan itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, juga menegaskan penolakan keras terhadap segala bentuk intimidasi dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami menegaskan bahwa praktik intimidasi adalah pelanggaran serius. Program Makan Bergizi Gratis harus berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Guru wajib dilindungi dan tidak boleh dihalangi dalam menyampaikan kebenaran,” ungkapnya.

Ia menilai, tindakan intimidasi bukan hanya mencederai pelaksanaan teknis, tetapi juga merusak tujuan besar dari program itu sendiri.

“Program yang dirancang untuk kebaikan masyarakat tidak boleh dikotori oleh kepentingan sempit oknum. Jika intimidasi terus terjadi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya pelaksanaan di lapangan, tetapi juga integritas program secara keseluruhan,” tegasnya.

Ketua IWO Sumenep mengingatkan, program yang baik tidak boleh hanya menjadi klaim normatif di atas kertas, tetapi harus tercermin dalam praktik yang bersih dan berintegritas di lapangan.

“Jika praktik intimidasi dibiarkan, maka program ini berisiko kehilangan kepercayaan publik. Program yang seharusnya membawa manfaat besar bisa berubah menjadi sekadar slogan tanpa makna nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

DPRD Sumenep Dukung E-Voting Pilkades, Minta Regulasi Diperkuat untuk Cegah Kecurangan
Jumat Berkah, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi Komunitas Ojol, Ingatkan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas
Diduga Dua Kali Setubuhi Pelajar 17 Tahun, Pemuda Sumenep Akhirnya Dibekuk Polisi
HUT ke-25 Demokrat dan Maulid Nabi, Hariyono Ajak Kader Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Wujudkan Lalu Lintas Aman, Satlantas Sumenep Beri Pemahaman Larangan Bentor Kepada Pengemudi
Razia Miras di Sumenep, Satresnarkoba Sita 48 Botol Minuman Beralkohol dari Cafe Lotus
Tidak Transparan ” Pembangunan Revitalisasi Anggaran Milliaran SDN Bira Timur 1 Terindikasi Penyimpangan
Polantas Sumenep Ingatkan Bahaya Overload dan Over Dimensi, Sopir Diajak Tertib Berlalu Lintas

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:56

DPRD Sumenep Dukung E-Voting Pilkades, Minta Regulasi Diperkuat untuk Cegah Kecurangan

Jumat, 11 September 2026 - 11:44

Jumat Berkah, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi Komunitas Ojol, Ingatkan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 11 September 2026 - 07:44

Diduga Dua Kali Setubuhi Pelajar 17 Tahun, Pemuda Sumenep Akhirnya Dibekuk Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 17:22

HUT ke-25 Demokrat dan Maulid Nabi, Hariyono Ajak Kader Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 21:52

Razia Miras di Sumenep, Satresnarkoba Sita 48 Botol Minuman Beralkohol dari Cafe Lotus

Berita Terbaru