Polemik Dugaan Menu MBG Basi, Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News– Polemik dugaan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus bergulir.

Di tengah derasnya protes wali murid, justru Kepala SPPG memilih bungkam, sementara klarifikasi publik diambil alih oleh Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi, Hendri.

Ia pun memberikan sejumlah penjelasan terkait polemik tersebut, bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap menu MBG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya monitor secara khusus menu setiap hari di pragaan,” ujarnya, dalam percakapan WhatsApp, Senin (13/4/2026).

Ia juga merespons tudingan adanya tekanan atau intimidasi terhadap pihak sekolah dan wali murid. Ia pun membantah bahwa langkah pihaknya merupakan bentuk ancaman.

“Takut salah kembali. Karena memang kritik itu bukan sebagai ancaman,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kedatangan pihaknya ke sekolah bukan untuk melakukan tekanan, melainkan evaluasi.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Idul Fitri, Satlantas Polres Sumenep Cek Ranmor Dinas

“Kita datangi pihak sekolah bukan dalam berarti mengancam mas, saporana se raje (mohon maaf yang sebesar-besarnya, red). Tapi untuk menemukan dari sisi apa yang keliru,” ucapnya.

Tak janya itu, Hendri juga meminta agar semua pihak memberikan penjelasan secara objektif demi perbaikan ke depan.

“Mohon beri penjelasan seksama, terutama untuk pembenahan, karena benar-benar saya perhatikan itu di Pragaan,” lanjutnya.

Terkait tudingan intimidasi, Hendri kembali membantah dan menyebut hal itu sebagai bentuk tanggung jawab, bukan ancaman.

“Maaf mas saya punya rekamannya dan saya sudah menonton, itu bukan ancaman mas, itu bentuk pertanggung jawaban,” katanya.

Ia juga mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan program MBG dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap mitra.

“Padahal saya sudah minta tiap hari menu. Tapi masih saja ada yang mengecewakan, mohon maaf atas hal-hal yang kurang dirasa pantas,” ujarnya.

Baca Juga :  Di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo, Penerangan Jalan “Selamat Datang” Kota Sumenep Mati Total

Namun, di balik klarifikasi tersebut, publik justru mempertanyakan peran Kepala SPPG Pakamban Laok 2 yang hingga kini tidak memberikan pernyataan resmi atas polemik yang terjadi.

Minimnya respons dari Kepala SPPG menimbulkan tanda tanya besar, lalu apa tugas dan tanggung jawab kepala SPPG dalam memastikan kualitas distribusi MBG. Mengapa dalam situasi krisis justru Ketua Yayasan yang lebih dominan memberikan penjelasan ke publik.

Kondisi ini memunculkan kesan bahwa fungsi pengawasan dan tanggung jawab operasional di tingkat SPPG tidak berjalan optimal.

Padahal, persoalan yang dihadapi menyangkut langsung kesehatan siswa sebagai penerima manfaat program dari Presiden RI.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Pakamban Laok 2 belum memberikan keterangan, sementara desakan evaluasi dari wali murid terus menguat.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

DKPP Sumenep Himbau Petani Tembakau Tetap Menjaga Kualitas Demi Menghasilkan Kualitas Tinggi
Banyaknya Masalah di Desa Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Takut Menegur
Sudah Jadi Tersangka Terduga Pelaku Penganiayaan, Kluarga Korban Menemukan Titik Terang
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Sumenep dan Jasa Raharja Sosialisasikan Aplikasi JRku kepada Pengemudi Ojol
Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Ngaku Beroperasi Sesuai SOP, SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Ternyata Disuspend BGN
Polres Sampang Ungkap Kasus Penadahan Motor Hasil Curian, Satu Tersangka Diamankan
Lucu, Tim Auditor Inspektorat Audit ADD dan DD Desa Meddelan. Kenapa BUMDes Luput Dari Audit

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:07 WIB

DKPP Sumenep Himbau Petani Tembakau Tetap Menjaga Kualitas Demi Menghasilkan Kualitas Tinggi

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:59 WIB

Banyaknya Masalah di Desa Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Takut Menegur

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:20 WIB

Sudah Jadi Tersangka Terduga Pelaku Penganiayaan, Kluarga Korban Menemukan Titik Terang

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:23 WIB

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Sumenep dan Jasa Raharja Sosialisasikan Aplikasi JRku kepada Pengemudi Ojol

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:26 WIB

Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berita Terbaru