SUMENEP, Suara Madura News – Langkah tim auditor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terbilang ‘senyap’. Tak banyak lembaga kontrol sosial yang mengetahui informasi terkait adanya pemeriksaan keuangan desa, baik berupa Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD).
Informasi yang dihimpun media ini, sehari setelah diberitakan oleh beberapa media lainnya pada Selasa, 19 Mei 2026. Lantas ke esokan harinya pada Rabu, 20 Mei 2026, tim auditor Inspektorat Sumenep gerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap realisasi ADD dan DD di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.
Banyak aktivis dan pegiat antikorupsi Sumenep sebagai kontrol sosial awalnya sangat respek dengan langkah sigap dari tim audiror Inspektorat Sumenep. Para aktivis berspekulasi jika pascaberita diturunkan media, turunnya Inspektorat ke Kantor Pemerintah Desa Meddelan sebagai respon atas informasi media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usut punya usut ternyata, tim auditor Inspektorat yakni Irban IV Inspektorat justru tak tahu menahu soal adanya kasus dugaan penyimpangan dalam pengadaan kambing di Desa Meddelan. Itu terungkap saat diwawancara oleh para insan pers di ruang Irban IV Inspektorat.
Padahal, santer diberitakan bahwa kasus dugaan penyimpangan pengadaan kambing oleh BUMDes Meddelan, dananya bersumber dari 10 persen dari Dana Desa (DD) Meddelan sebagai wujud ketahanan pangan.
Apalagi, hasil temuan insan pers, aroma penyimpangan itu diduga merembet ke Kepala Desa Meddelan. Indikasinya terungkap saat insan pers wawancara langsung Ketua BUMDes Meddelan yang mengaku tidak pegang dana BUMDes saat pengadaan. Indikasinya juga jika dana BUMDes untuk pengadaan kambing itu diduga dibelanjakan oleh Kepala Desa.
Temuan lainnya juga saat investigasi, jika pengadaan kambing diduga tak sesuai pagu anggaran. Sebab, temuan di lapangan menunjukkan hanya ada 15 ekor kambing dan 1 ekor kambing lagi sudah mati.
“Anehnya, ketika dikofirmasi ke Irban IV Inspektorat Sumenep justru ‘buta informasi’ dan hanya mengaku tidak tahu menahu soal itu,” terang Hendra kepada teman-teman media usai konfirmasi Inspektorat.
Menanggapi hal tersebut, Irban IV Inspektorat menegaskan jika memang ada temuan indikasi penyimpangan, pihak Inspektorat berjanji akan turun lagi untuk audit secara spesifik ke lokasi. Sesuai tidak realisasi anggaran dengan belanja pengadaan kambingnya. Tapi yang jelas akan didalami informasi ini untuk audit nanti.
“Tim auditor masih melakukan audit keuangan secara menyeluruh terkait ADD dan DD Meddelan. Jadi masih proses dan belum bicara hasil audit. Terkait temuan dana BUMDes nanti akan ditindaklanjuti. Kenapa Meddelan? Karena audit dilakukan secara rondom sampling di Desa Meddelan,” kilahnya.
Penulis : Ifan
Editor : EM









