Kasus Dugaan Gadai Emas BMT-UGT Nusantara Gayam Akan Segera Gelar Perkara

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 21:24

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News – Kasus dugaan gadai emas yang melibatkan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam memasuki babak baru. Aparat penegak hukum dikabarkan akan segera menggelar perkara guna menentukan langkah lanjutan dalam penanganan kasus tersebut.

Polsek Sapudi memastikan perkara tersebut segera dibawa ke forum gelar perkara untuk menentukan arah proses hukum selanjutnya.

Kanit Reskrim Polsek Sapudi, Rizal Afandi, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan (lidik) hampir rampung. Saat ini, penyidik hanya tinggal melengkapi keterangan satu orang saksi sebelum perkara diajukan ke gelar perkara.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perkara ini sudah di tahap akhir penyelidikan. Tinggal satu saksi yang akan kami mintai keterangan, setelah itu langsung kami ajukan ke gelar perkara,” katanya, Selasa (22/4/2026).

Menurutnya, gelar perkara menjadi forum penting untuk menguji konstruksi hukum kasus tersebut, termasuk menentukan apakah telah memenuhi unsur pidana untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Di gelar perkara nanti akan kami uji seluruh unsur. Dari situ akan ditentukan apakah naik ke penyidikan atau masih perlu pendalaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Kluarga Besar Abd Aziz Salim Syabibi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Lanjut ia menegaskan, pihaknya mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap langkah memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak menimbulkan persoalan di tahap berikutnya.

“Kami tidak ingin terburu-buru tanpa kelengkapan unsur. Semua harus clear, baik formil maupun materiil,” bebernya.

Meski demikian, percepatan penanganan tetap menjadi perhatian melalui koordinasi internal.

“Kami dorong secepatnya, tapi tetap sesuai prosedur. Penanganan perkara harus profesional dan akuntabel,” imbuhnya.

Kasus ini sendiri dilaporkan oleh Heri Normansyah (41), warga Kecamatan Nonggunong, yang mengaku mengalami kerugian sekitar Rp200 juta dalam transaksi gadai emas di koperasi tersebut.

Dalam laporannya ke SPKT Polsek Sapudi pada 31 Januari 2026, Heri mempersoalkan status barang jaminan berupa emas yang sebelumnya diterima dan diverifikasi oleh pihak koperasi, namun beberapa bulan kemudian dinyatakan tidak asli.

“Sejak awal barang saya diterima dan jadi dasar pencairan. Tapi setelah berjalan beberapa bulan, justru dinyatakan tidak asli. Ini yang saya minta kejelasan,” tandasnya.

Baca Juga :  Lucu, Tim Auditor Inspektorat Audit ADD dan DD Desa Meddelan. Kenapa BUMDes Luput Dari Audit

Ia menilai terdapat kejanggalan dalam proses verifikasi jaminan oleh pihak koperasi.

“Kalau memang ada masalah, seharusnya disampaikan sejak awal, bukan setelah transaksi, apalagi sudah berjalan lama,” tegasnya.

Heri menegaskan telah menempuh jalur hukum demi memperoleh kepastian.

“Saya berharap proses hukum ini transparan dan memberikan kejelasan. Saya ingin persoalan ini dibuka seterang-terangnya,” pungkasnya.

Seiring meningkatnya perhatian publik, langkah Polsek Sapudi untuk segera menggelar perkara dinilai menjadi kunci dalam memastikan kepastian hukum sekaligus mengurai duduk perkara yang melibatkan pihak koperasi.

Gelar perkara yang dijadwalkan dalam waktu dekat akan menentukan arah penanganan, termasuk kemungkinan peningkatan status ke tahap penyidikan serta penetapan pihak yang bertanggung jawab secara hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Koperasi BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam masih terus diupayakan untuk dimintai konfirmasi guna menjaga keberimbangan informasi.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026
Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3
Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar
Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan
Semarak Hari Santri 2026, Festival Banjari Piala DRT The Big Family Gaungkan Syiar Islam di Sumenep
Proyek Rehabilitasi SDN Taman 1 Sampang Senilai Rp398 Juta Disorot, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Adira Finance Gugat Nasabah di PA Sumenep, Tergugat Ajukan Perdamaian Lewat Pelunasan Penuh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30

Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37

Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:46

Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:56

Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan

Berita Terbaru