Akhirnya Kepala SPPG Yayasan Alif Batu Putih Sumenep Buka Suara Setelah Sajikan Menu MBG Berulat

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dokumentasi wali murid

Foto Dokumentasi wali murid

SUMENEP, Suara Madura News – Polemik terkait temuan ulat pada menu sayur dan buah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memicu perhatian publik.

Kepala SPPG Batuputih Yayasan Alif Batu putih, Moh. Fawaid, menegaskan bahwa proses pengadaan bahan pangan sepenuhnya berada di bawah kendali pihak yayasan yang juga berperan sebagai mitra dapur sekaligus supplier.

Lanjut ia menyampaikan, bahwa proses penerimaan bahan dilakukan oleh petugas operasional sesuai prosedur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada hari Selasa tanggal 6, penerimaan bahan dilakukan oleh PLOK penata layanan operasional keuangan SPPG Alif Batu Putih dengan bahan yang tersedia pada saat jam 15.00–20.00, perkiraan bahan datang,” jelasnya, Kamis (12/2/2026).

Setelah proses awal tersebut, kata dia, pengelolaan distribusi bahan sepenuhnya diambil alih oleh Yayasan Alif Batu Putih.

Hal ini menjadi sorotan utama karena yayasan tidak hanya bertindak sebagai pengelola program, tetapi juga sebagai pihak penyedia bahan pangan.

Baca Juga :  Lemahnya Pengawasan, SPPG Lenteng Barat Sajikan Menu MBG Busuk dan Tidak Layak Konsumsi

“Selebihnya itu masuknya barang ke SPPG diambil alih yayasan yang sekaligus sebagai supplier di SPPG Alif Batu Putih. Kami memeriksa bahan yang datang sudah sesuai dengan keamanan dan kehigienisan barang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak SPPG sebenarnya telah berulang kali mengingatkan mitra dapur agar tidak menyuplai bahan yang tidak segar.

Menurutnya, risiko terbesar memang berada pada kualitas bahan sejak awal distribusi.

“Kami sering kali mengingatkan mitra agar jangan sampai menyuplai bahan yang tidak segar, karena yang paling kami khawatirkan adalah kejadian seperti ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Fawaid menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan penerima manfaat atas kejadian tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf bila terjadi seperti itu. Saya sudah mengklarifikasi ke pihak sekolah dan kami sudah menggantinya,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengakui masih adanya beberapa bahan yang menjadi perhatian setelah distribusi berlangsung. Hal tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai standar pengawasan internal yayasan, terutama terkait kualitas bahan pangan yang langsung dikonsumsi peserta program MBG.

Baca Juga :  Lemahnya Pengawasan, SPPG Pakamban Laok 2 Mengganti Roti Berjamur

Lanjut Fawaid menambahkan, bahwa pengadaan barang saat ini sepenuhnya ditangani oleh yayasan.

“Pengadaan barang saat ini di-handle oleh yayasan, kami sudah mengawasi barang yang datang tetapi ada beberapa barang,” tandasnya.

Kondisi ini menempatkan Yayasan Alif Batu Putih pada posisi krusial sebagai pihak yang bertanggung jawab atas rantai pasok bahan makanan.

Peran ganda sebagai pengelola sekaligus supplier dinilai memperbesar tuntutan transparansi, terutama ketika temuan ulat pada menu MBG memicu keresahan penerima manfaat.

Diberitakan sebelumnya, Kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di SPPG Batu Putih, Yayasan Alif Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikeluhkan sejumlah siswa.

Keluhan muncul setelah siswa mengaku menemukan ulat pada sayuran serta buah yang sudah membusuk dalam dua hari berbeda, yakni pada 2 Februari 2026 dan 4 Februari 2026.

“Sudah 2 hari (Senin–Rabu) sayurnya ada ulatnya,” pungkas salah satu murid saat dimintai keterangan media ini.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polres Sumenep Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Perbaikan Jembatan di Depan SPBU Pakandangan Bluto Makan Korban, Lima Pengendara Dilaporkan Terjatuh
Video Syur di Omben, Polres Sampang Pastikan Berjalan Sesuai Prosedur
Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan, Inspektorat Sumenep Janji Usut Tuntas
Minimnya Rambu Perbaikan Jembatan di Depan SPBU Pakandangan Bluto Dikeluhkan, Banyak Pengendara Jadi Korban
Momentum Harpitnas, Wabup Sumenep: Generasi Muda Harapan Masa Depan Bangsa
Satlantas Polres Sumenep Gelar Binluh Masyarakat di Pragaan, Tekan Pelanggaran dan Laka Lantas
ACCESS Kantongi Data Status Gizi Anak Dan Segera Identifikasi Keberhasilan MBG

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polres Sumenep Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:05 WIB

Perbaikan Jembatan di Depan SPBU Pakandangan Bluto Makan Korban, Lima Pengendara Dilaporkan Terjatuh

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIB

Video Syur di Omben, Polres Sampang Pastikan Berjalan Sesuai Prosedur

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:20 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan, Inspektorat Sumenep Janji Usut Tuntas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:25 WIB

Minimnya Rambu Perbaikan Jembatan di Depan SPBU Pakandangan Bluto Dikeluhkan, Banyak Pengendara Jadi Korban

Berita Terbaru