Ada Apa? Saat Konfirmasi Kasus Siswa Keracunan MBG, SPPG Talang Saronggi Coba Bungkam Jurnalis Dengan ‘Uang Bensin’

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 11:24

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dari depan SPPG Talang Saronggi Sumenep

Foto dari depan SPPG Talang Saronggi Sumenep

SUMENEP, Suara Madura News – Kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kian memanas dan menyedot perhatian publik.

Insiden yang menimpa siswa SDN Juluk II itu tak hanya menyisakan persoalan kesehatan, tetapi juga memunculkan dugaan adanya upaya intervensi terhadap independensi kerja jurnalistik.

Sejumlah siswa sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG yang disuplai dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang, di bawah pengelolaan Yayasan Syita Ananta. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di tengah upaya pengungkapan fakta, situasi di lapangan justru memunculkan kejanggalan. Jurnalis yang datang untuk melakukan konfirmasi tidak menemukan pihak penanggung jawab utama di lokasi.

Baca Juga :  Satlantas Polres Sumenep Salurkan Bantuan Sosial Kepada Ojek Online Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80

Jurnalis Jatim Kita, Ahmad Syarif Hidayatullah, mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah awak media mendatangi dapur SPPG Talang guna meminta klarifikasi. Namun, kepala SPPG tidak berada di tempat.

“Awalnya kami hanya ingin mendapatkan keterangan secara terbuka. Tapi kepala SPPG tidak ada di lokasi, kami hanya ditemui oleh tenaga lain seperti ahli gizi, akuntan, dan tim keamanan,” ujarnya, Rabu (14/4/2026).

Kondisi semakin mencurigakan ketika, saat para jurnalis hendak meninggalkan lokasi, seorang asisten lapangan tiba-tiba muncul dan diduga menyodorkan sejumlah uang dengan dalih ‘uang bensin’.

“Sekitar pukul 09.30 WIB saat kami hendak pulang, asisten lapangan itu bergegas mengambil uang dan memberikannya kepada kami. Dia memaksa dengan alasan uang bensin, tapi langsung kami tolak,” ungkapnya.

Syarif menilai tindakan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan berpotensi sebagai upaya membungkam kerja jurnalistik yang tengah mengusut kasus sensitif.

Baca Juga :  Pucuk Pimpinan Berganti, Kapolres Sampang Pimpin Sertijab Kabag, Kasat, hingga 6 Kapolsek

“Kedatangan kami bukan untuk mencari uang, tapi mencari fakta. Ini menyangkut kepentingan anak-anak yang diduga menjadi korban keracunan. Tindakan seperti ini jelas mencederai independensi jurnalis,” tegasnya.

Ia juga menyoroti adanya perekaman saat momen pemberian uang berlangsung, yang dinilai semakin memperkuat indikasi tindakan tidak etis.

“Kami bersama rekan-rekan, termasuk dari media Seputar Jatim, kompak menolak. Bahkan tim akuntan dengan cepat merekam aksi pemberian uang itu,” imbuhnya.

Kasus ini kini berkembang menjadi sorotan serius. Tak hanya terkait kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG, tetapi juga menyangkut transparansi pengelolaan SPPG serta dugaan upaya intervensi terhadap kebebasan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur
Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian
Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa
Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti
Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen
Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SDN Kolor 2
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Warga Camplong Laporkan Hasanah ke Polres Sampang, Libas88 Desak Penanganan Secara Profesional
Curanmor Gagal Beraksi, Dua Warga Sukajeruk Dibekuk Unit Reskrim Polsek Masalembu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:26

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49

Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:25

Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa

Senin, 27 Juli 2026 - 20:00

Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13

Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen

Berita Terbaru