Konten Kreator Tiktok Asal Surabaya, Fasilitas Pantai Slopeng Dinilai Tak Sesuai Harga Tiket

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:49

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News – Kondisi memprihatinkan kembali menampar wajah pariwisata daerah. Kali ini sorotan tajam datang dari seorang kreator TikTok pemilik akun Pesona Jogja, wisatawan yang diketahui berasal dari Surabaya, yang melontarkan kritik keras terhadap buruknya pengelolaan fasilitas wisata Pantai Slopeng, Rabu (25/3/2026).

Dalam video yang diunggahnya, ia secara terang-terangan mengungkap kekecewaannya tanpa basa-basi. Kritik yang disampaikan bahkan terbilang sangat kasar, mencerminkan tingkat frustrasi yang mendalam sebagai wisatawan.

“Pantai Slopeng kayak taik, harga mahal kualitas kayak gini, pantai penuh sampah. Taik, taik, anjing emang. Sampah dimana-mana loh, sampah semua, mana-mana sampah ni. Gimana mau rame. Tiket doang mahal, tapi kualitas pantai kayak gini, tai anjing emang, apalagi yang di sono no,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Tak hanya melalui ucapan dalam video, kritik juga dituangkan dalam deskripsi unggahan yang mempertegas kekecewaannya sebagai wisatawan dari Surabaya yang rela menempuh perjalanan jauh.

“Save Pantai Slopeng, penuh sampah kek gini harga tiket ngalahin Ancol sumpah nyesel jauh-jauh dari Suroboyo malah gini,” jelasnya dalam deskripsi vt nya.

Keluhan utama yang disorot adalah ketimpangan mencolok antara harga tiket masuk dengan kondisi lapangan. Wisatawan dipaksa membayar mahal, namun disuguhi pemandangan yang jauh dari kata layak: sampah berserakan di berbagai titik, minim pengelolaan kebersihan, dan tidak adanya keseriusan dalam menjaga daya tarik wisata.

Situasi ini bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pengelola. Pantai yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan justru berubah menjadi cerminan buruknya tata kelola.

Baca Juga :  Saat IWO Audiensi, Satgas MBG Sumenep Berjanji Akan Sidak SPPG Bermasalah

Kritik pedas ini seharusnya tidak dianggap sebagai sekadar luapan emosi, melainkan sebagai alarm keras. Jika dibiarkan, kondisi seperti ini bukan hanya merusak pengalaman wisatawan, tetapi juga menghancurkan reputasi destinasi itu sendiri.

Wisata bukan hanya soal menarik tiket masuk, tetapi tentang memberikan pengalaman yang sepadan bahkan lebih. Ketika wisatawan merasa ditipu oleh kondisi nyata, maka kepercayaan publik akan runtuh.

Pantai Slopeng kini berada di persimpangan: berbenah atau ditinggalkan. Jika pengelola tetap abai, bukan tidak mungkin tempat ini akan kehilangan daya tariknya secara permanen.

Kritik keras dari publik, seburuk apa pun bahasanya, sering kali lahir dari kekecewaan yang nyata. Dan jika suara seperti ini terus bermunculan, itu berarti ada masalah serius yang tidak bisa lagi ditutup-tutupi.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

DPRD Sumenep Dukung E-Voting Pilkades, Minta Regulasi Diperkuat untuk Cegah Kecurangan
Jumat Berkah, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi Komunitas Ojol, Ingatkan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas
Diduga Dua Kali Setubuhi Pelajar 17 Tahun, Pemuda Sumenep Akhirnya Dibekuk Polisi
HUT ke-25 Demokrat dan Maulid Nabi, Hariyono Ajak Kader Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Wujudkan Lalu Lintas Aman, Satlantas Sumenep Beri Pemahaman Larangan Bentor Kepada Pengemudi
Razia Miras di Sumenep, Satresnarkoba Sita 48 Botol Minuman Beralkohol dari Cafe Lotus
Tidak Transparan ” Pembangunan Revitalisasi Anggaran Milliaran SDN Bira Timur 1 Terindikasi Penyimpangan
Polantas Sumenep Ingatkan Bahaya Overload dan Over Dimensi, Sopir Diajak Tertib Berlalu Lintas

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:56

DPRD Sumenep Dukung E-Voting Pilkades, Minta Regulasi Diperkuat untuk Cegah Kecurangan

Jumat, 11 September 2026 - 11:44

Jumat Berkah, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi Komunitas Ojol, Ingatkan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 11 September 2026 - 07:44

Diduga Dua Kali Setubuhi Pelajar 17 Tahun, Pemuda Sumenep Akhirnya Dibekuk Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 17:22

HUT ke-25 Demokrat dan Maulid Nabi, Hariyono Ajak Kader Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 21:52

Razia Miras di Sumenep, Satresnarkoba Sita 48 Botol Minuman Beralkohol dari Cafe Lotus

Berita Terbaru