SUMENEP, Suara Madura News – Jika Negara punya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pemeriksaan atau audit eksternal keuangan Negara yang independen, maka pemerintah daerah juga dilengkapi dengan Inspektorat untuk melakukan pengawasan internal, audit kinerja dan keuangan serta tindak lanjut rekomendasi BPK RI.
Informasi di lapangan terungkap, meski langkah lembaga audit internal ini (Inspektorat) Sumenep cukup senyap. Namun kedatangan lembaga pemeriksa keuangan Sumenep juga tak luput dari mata publik. Terbukti jelang lebaran, rombongan tim auditor Inspektorat Sumenep datang ke Balai Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur pada Rabu (20/5/2026).
Kedatangan rombongnan tim auditor Inspektorat Sumenep ini juga tercium oleh kalangan aktivis gerakan dan para insan pers. Tentu saja kedatangan Inspektorat ke Desa Meddelan bukan dalam rangka silaturahim biasa. Melainkan sedang menjalankan tugas pemeriksaan terhadap kinerja Pemerintah Desa dan realisasi keuangan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka datang untuk melakukan pemeriksaan terhadap realisasi keuangan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) termasuk pemeriksaan kinerja aparat. Hal itu dibenarkan oleh tim auditor Inspektorat Sumenep dalam keterangan pers-nya.
Inspektur Pembantu (Irban) IV Inspektorat Sumenep Sri Endah Purnamawati membenarkan jika pihaknya sedang menjalankan tugas pemeriksaan terhadap Alokasi Dana Desa dan Dana Desa, khususnya pembangunan infrastruktur di Desa Meddelan.
“Ini pemeriksaan secara menyeluruh terkait realisasi ADD dan DD dan ini masih tahap pengumpulan data. Soal ada temuan yang diberitakan kalangan insan pers, itu nanti ada pemeriksaan tertentu atau pemeriksaan tindak lanjut,” ujarnya.
Diakuinya jika pihaknya belum mengetahui banyak soal polemik realisasi dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Meddelan yang bersumber dari 20 persen Dana Desa. Dana BUMDes yang dialokasikan untuk pengadaan kambing.
Sementara warga Desa Meddelan yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut atas kedatangan pejabat berseragam pemerintah itu. Jika informasinya, kedatangan pejabat itu untuk memeriksa keuangan Pemerintah Desa Meddelan.
“Memangnya, apa pembangunan desa ada yang salah atau terkait pembelian kambing yang hanya sedikit alias diduga kurang kambingnya? Desas desusnya yang hangat diperbincangkan di masyarakat begitu,” paparnya.
Penulis : Ifan
Editor : EM









