SPPG Lenteng Barat Dibawah Naungan Yayasan Darul Arqom Diduga Sajikan MBG Berjamur

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:18

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dokumentasi wali murid

Foto Dokumentasi wali murid

SUMENEP, Suara Madura News – Dugaan serius terkait kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di SPPG Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom. Warga menilai makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat tidak layak konsumsi karena diduga sudah rusak dan berbau.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, terlihat beberapa menu seperti tempe ungkep, ayam ungkep, dan tahu ungkep dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Pada makanan tersebut tampak lapisan putih menyerupai jamur serta perubahan tekstur, yang diduga akibat makanan sudah lama atau tidak disimpan dengan standar yang semestinya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena program MBG seharusnya bertujuan meningkatkan kualitas gizi, bukan justru berpotensi membahayakan kesehatan penerima.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang perempuan asli Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, berinisial UL, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas makanan yang dibagikan.

Baca Juga :  SPPG Karangnangka Rubaru Sumenep Mendapatkan Predikat Terbaik Dari BGN

“Kalau dilihat dari kondisinya, makanan ini jelas tidak layak dimakan. Ada yang sudah berubah warna dan seperti berjamur. Ini sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi,” tegas UL saat diwawancarai, Jumat (6/3/2026).

Menurut UL, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan penerima manfaat serta penggunaan anggaran negara. Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) RI untuk segera melakukan audit terhadap operasional SPPG Lenteng Barat Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.

“Kami meminta Badan Gizi Nasional segera turun tangan melakukan audit. Jangan sampai program negara yang tujuannya meningkatkan gizi justru malah membagikan makanan yang diduga sudah rusak,” ujarnya.

Selain itu, UL juga menyoroti peran pengawasan dari SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep, M. Khalilurrahman Hidayatullah. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya pihak koordinator wilayah sempat menyatakan akan melakukan pengawasan ketat terhadap SPPG yang bermasalah.

Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat langkah nyata maupun perubahan signifikan dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Mempererat Ukhuwah dan Kebersamaan Masyarakat, Pemkab Sumenep Gelar Takbir Akbar Iduladha 1447 H

“Dulu katanya akan mengawasi dengan tegas SPPG yang bermasalah. Tapi sekarang kemana? Sampai hari ini tidak ada penampakan dan tidak ada perubahan terhadap pelaksanaan MBG di Sumenep,” kritiknya.

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar mengenai standar pengelolaan makanan, kualitas bahan baku, serta sistem pengawasan distribusi MBG di daerah tersebut. Jika dugaan ini terbukti benar, maka bukan hanya kesehatan penerima manfaat yang terancam, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Lenteng Barat Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, Yayasan Darul Arqom, maupun SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari Badan Gizi Nasional RI untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026
Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3
Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar
Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan
Semarak Hari Santri 2026, Festival Banjari Piala DRT The Big Family Gaungkan Syiar Islam di Sumenep
Proyek Rehabilitasi SDN Taman 1 Sampang Senilai Rp398 Juta Disorot, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Adira Finance Gugat Nasabah di PA Sumenep, Tergugat Ajukan Perdamaian Lewat Pelunasan Penuh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30

Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37

Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:46

Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:56

Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan

Berita Terbaru