SUMENEP, Suara Madura News – Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family resmi digelar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kegiatan yang diinisiasi DRT Gemar Bersholawat tersebut disambut antusias puluhan grup banjari dari berbagai wilayah sebagai bagian dari syiar Islam dan semarak peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Festival ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan seni musik Islami, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta melestarikan tradisi shalawat yang telah mengakar di tengah masyarakat Madura.
Ketua Panitia Festival Banjari Al-Habsyi, Imam Mustain R., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya menghadirkan ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas pecinta shalawat, untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat persaudaraan melalui seni Islami.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui Festival Banjari Al-Habsyi ini, kami ingin menghadirkan ruang positif bagi para pecinta shalawat untuk mengembangkan potensi, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama merawat tradisi seni Islami. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumenep,” ujarnya.
Menurutnya, semangat Hari Santri Nasional perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan keagamaan, bukan sekadar perayaan seremonial.
Karena itu, festival tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, serta penghormatan terhadap sesama di kalangan generasi muda.
Untuk memotivasi peserta, panitia menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi grup yang berhasil meraih posisi terbaik. Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp5 juta, trofi, dan piagam penghargaan. Juara kedua memperoleh Rp3 juta beserta trofi dan piagam, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp1,5 juta, trofi, dan piagam.
Selain itu, panitia juga menyiapkan penghargaan khusus kategori Best Jingle dengan hadiah Rp1 juta dan piagam penghargaan.
Meski demikian, Imam menegaskan bahwa tujuan utama festival bukan semata-mata memperebutkan hadiah maupun gelar juara, melainkan membangun kebersamaan dan menumbuhkan kecintaan terhadap shalawat.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi adab dan sportivitas. Kemenangan merupakan kebanggaan, tetapi menjaga persaudaraan dan menghidupkan shalawat jauh lebih penting,” tuturnya.
Rangkaian Festival Banjari Al-Habsyi ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju malam puncak DRT Gemar Bersholawat yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, di Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.
Pada kesempatan tersebut, panitia akan menghadirkan Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang, di bawah asuhan KH. Muhammad Khoiron Zaini atau yang akrab disapa Gus Khoiron.
Kehadiran majelis shalawat tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkumpul dan melantunkan shalawat bersama dalam suasana religius, sekaligus mempererat silaturahmi antarkomunitas dan seluruh lapisan masyarakat.
Imam mengajak masyarakat Kabupaten Sumenep untuk turut menghadiri malam puncak tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan syiar Islam dan pelestarian tradisi shalawat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk hadir dan meramaikan malam puncak DRT Gemar Bersholawat pada 31 Oktober 2026 di Lapangan Desa Banasare. Mari kita bershalawat bersama Gus Khoiron dan Majelis Sholawat At-Taufiq, sekaligus mempererat persaudaraan dalam suasana yang penuh keberkahan,” ajaknya.
Ia berharap partisipasi masyarakat dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, menumbuhkan semangat persatuan, serta menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family dan malam puncak DRT Gemar Bersholawat, panitia ingin menunjukkan bahwa shalawat bukan hanya lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana menjaga tradisi, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menebarkan nilai-nilai kebaikan.
Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk semakin mencintai shalawat sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Madura.
Penulis : Ifan
Editor : ZR










