Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Sumenep, IMM: Banyak Gimik Minim Kerja Nyata

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:29

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News – Satu tahun kepemimpinan Bupati di Sumenep seharusnya menjadi momentum evaluasi serius, bukan sekadar seremoni dan pencitraan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumenep memandang bahwa dalam satu tahun terakhir, arah kebijakan pemerintah daerah belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar masyarakat.

Kami melihat adanya aktivitas pembangunan dan publikasi yang masif, tetapi dampaknya belum terasa merata. Pemerintah daerah terlihat aktif di ruang media, namun di lapangan masih banyak persoalan klasik yang tidak terselesaikan secara struktural.

Ketimpangan Pembangunan Masih Nyata

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai daerah kepulauan, Sumenep memiliki tanggung jawab besar terhadap pemerataan infrastruktur. Namun, hingga hari ini masyarakat kepulauan masih menghadapi akses transportasi yang mahal, distribusi logistik yang terbatas, dan layanan publik yang tertinggal dibanding wilayah daratan.

Kami mempertanyakan: di mana keberpihakan anggaran terhadap masyarakat pulau? Jangan sampai pembangunan hanya berputar di pusat kota, sementara wilayah terluar terus dianaktirikan.

Transparansi Anggaran dan Tata Kelola Dipertanyakan

IMM Sumenep menilai transparansi anggaran daerah belum sepenuhnya terbuka kepada publik. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan cenderung formalitas. Musyawarah digelar, tetapi aspirasi seringkali tidak terakomodasi dalam kebijakan strategis.

Baca Juga :  Tagline 'Bismillah Melayani', Banjir Tak Kunjung Teratasi, Warga Pertanyakan Komitmen Bupati

Kami juga menyoroti praktik rotasi jabatan dan tata kelola birokrasi. Profesionalisme ASN harus menjadi prioritas, bukan kepentingan politik jangka pendek. Pemerintahan yang sehat lahir dari sistem yang transparan dan akuntabel, bukan dari loyalitas personal.

Ekonomi Rakyat Jalan di Tempat

UMKM dan nelayan masih menghadapi persoalan klasik: akses modal, stabilitas harga, dan pemasaran. Program-program pemberdayaan seringkali berhenti pada pelatihan seremonial tanpa pendampingan berkelanjutan.

Sektor migas dan sumber daya alam yang ada di Sumenep seharusnya mampu menjadi lokomotif kesejahteraan rakyat. Namun, hingga kini, distribusi manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat kecil.

Pendidikan dan Kesehatan: Jangan Hanya Jadi Slogan

Kesenjangan layanan pendidikan dan kesehatan antara kota dan kepulauan masih tajam. Kekurangan tenaga pendidik, fasilitas sekolah yang minim, serta akses layanan kesehatan darurat yang terbatas adalah realitas yang tidak bisa ditutup-tutupi dengan narasi keberhasilan.

Baca Juga :  Perjuangan Pembentukan KEK Tembakau Madura Memasuki Fase Penting, Bupati Se-Madura Menandatangani Surat Bersama

Jika satu tahun hanya menghasilkan laporan capaian tanpa perubahan signifikan di akar persoalan, maka evaluasi besar harus segera dilakukan.

Lingkungan dan Masa Depan Daerah

Isu pengelolaan sumber daya alam, tambang, dan kawasan pesisir memerlukan perhatian serius. Tanpa regulasi tegas dan pengawasan ketat, eksploitasi hanya akan meninggalkan kerusakan jangka panjang. Pemerintah tidak boleh abai terhadap keberlanjutan lingkungan demi kepentingan sesaat.

Sikap IMM Sumenep

IMM Sumenep menegaskan bahwa refleksi ini bukan bentuk kebencian, melainkan panggilan moral. Kami berdiri sebagai kontrol sosial yang akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah.

Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan arah. Jika arah itu belum jelas berpihak kepada rakyat kecil, maka kami akan terus bersuara.

Kepemimpinan bukan tentang seberapa sering tampil di media, tetapi seberapa berani mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat paling rentan.

Sumenep tidak butuh gimik. Sumenep butuh keberanian, Aksi nyata, transparansi, dan keadilan.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026
Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3
Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar
Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan
Semarak Hari Santri 2026, Festival Banjari Piala DRT The Big Family Gaungkan Syiar Islam di Sumenep
Proyek Rehabilitasi SDN Taman 1 Sampang Senilai Rp398 Juta Disorot, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Adira Finance Gugat Nasabah di PA Sumenep, Tergugat Ajukan Perdamaian Lewat Pelunasan Penuh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30

Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37

Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:46

Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:56

Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan

Berita Terbaru