Minimnya Pengawasan, Menu MBG Basi Disajikan Kesiswa di Ganding Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 21:23

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ganding kembali menuai sorotan keras. Kali ini, bukan sekadar keluhan, tetapi penolakan langsung dari siswa terhadap makanan yang didistribusikan oleh SPPG Ganding di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU, Selasa (7/4/2026).

Ironisnya, kejadian ini mencuat pasca Tim Satgas MBG Kabupaten Sumenep melakukan sidak beberapa hari lalu, yang seharusnya menjadi momentum evaluasi dan perbaikan. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya SPPG Ganding di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NUmasih diduga mendistribusikan makanan yang tidak layak konsumsi.

Fakta di lapangan menunjukkan makanan yang seharusnya dikonsumsi justru dikembalikan oleh siswa. “Ini di Sumber Padang, telurnya basi. Menunya siswa dikembalikan,” ujar salah satu guru.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut diperkuat dengan temuan lain yang menunjukkan persoalan tidak terjadi pada satu item saja.

“Evaluasi bukan hanya acar saja yang sampai ke Sumber Padang yang basi. Ini punya siswa yang dikembalikan, gara-gara telurnya ada yang basi juga, telurnya banyak yang basi,” lanjutnya.

Artinya, persoalan ini bukan insiden tunggal, melainkan indikasi kegagalan dalam pengendalian kualitas makanan secara menyeluruh. Bahkan dari sisi tampilan, menu yang disajikan juga memicu penolakan siswa.

Baca Juga :  Dua Pemuda Bluto Diciduk, Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Sabu dalam Operasi Semeru 2026

“Keluhannya warna dari buah naga seperti ulat, jadi siswa menyebutnya ulat, padahal bukan ulat tapi mengelupas,” tuturnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa makanan tidak hanya bermasalah dari sisi keamanan, tetapi juga dari aspek penerimaan siswa dua hal yang sama-sama menjadi indikator keberhasilan program.

Jika dikaitkan dengan regulasi, kejadian ini bertentangan langsung dengan SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Juknis Tata Kelola MBG, yang mewajibkan SPPG untuk menjamin mutu, keamanan pangan, dan kelayakan konsumsi makanan bagi penerima manfaat .

Dalam juknis tersebut dijelaskan bahwa keamanan pangan adalah upaya untuk mencegah cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia . Makanan basi seperti telur dan acar jelas masuk kategori yang tidak aman dan tidak boleh dikonsumsi.

Dengan kata lain, makanan seperti yang ditemukan siswa bukan hanya tidak layak, tetapi secara prinsip tidak boleh didistribusikan.

Juknis juga menegaskan bahwa tanggung jawab SPPG mencakup seluruh rantai pengelolaan mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga distribusi dengan kewajiban menjaga kualitas secara konsisten .

Jika makanan basi masih lolos hingga ke tangan siswa, terlebih setelah adanya sidak, maka muncul pertanyaan serius tentang efektivitas pengawasan dan keseriusan perbaikan di lapangan.

Baca Juga :  Wabup Imam Hasyim Tekankan Disiplin ASN Sumenep, Bukan Hanya Saat Ada Sidak

Lebih tegas lagi, juknis membuka ruang penindakan. Dalam hal ini ditemukan pelanggaran terhadap standar mutu dan keamanan pangan, SPPG Ganding di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU dapat dikenakan sanksi administratif hingga tindakan tegas, mulai dari evaluasi operasional, penghentian sementara (suspensi), hingga penghentian permanen operasional .

Artinya, jika dugaan ini terbukti, maka konsekuensi yang dihadapi tidak ringan. Penolakan makanan oleh siswa menjadi bukti paling nyata bahwa program tidak berjalan sebagaimana mestinya. Makanan tidak dikonsumsi, tujuan gizi gagal tercapai, dan anggaran negara berpotensi terbuang sia-sia.

Lebih mengkhawatirkan lagi, makanan basi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa jika tetap dikonsumsi. Dalam konteks ini, kelalaian bukan lagi sekadar kesalahan teknis, tetapi menyangkut keselamatan penerima manfaat.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka program MBG berisiko kehilangan kepercayaan publik dan menyimpang dari tujuan utamanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Ganding di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU. Namun publik kini tidak lagi menunggu klarifikasi melainkan tindakan tegas.

Karena dalam program sebesar ini, satu hal yang tidak boleh terjadi adalah makanan untuk anak-anak tetap didistribusikan dalam kondisi tidak layak konsumsi bahkan setelah dilakukan sidak.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026
Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3
Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar
Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan
Semarak Hari Santri 2026, Festival Banjari Piala DRT The Big Family Gaungkan Syiar Islam di Sumenep
Proyek Rehabilitasi SDN Taman 1 Sampang Senilai Rp398 Juta Disorot, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Adira Finance Gugat Nasabah di PA Sumenep, Tergugat Ajukan Perdamaian Lewat Pelunasan Penuh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30

Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37

Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:46

Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:56

Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan

Berita Terbaru