SUMENEP, Suara Madura News – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya lokal melalui penyelenggaraan Pekan Seni Madura (PSM) X. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi para seniman, budayawan, komunitas kreatif, dan generasi muda untuk berkarya sekaligus memperkuat eksistensi kesenian Madura di tengah perkembangan zaman.
Pekan Seni Madura X yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 mengusung tema “Caring of Human Art”. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi, edukasi, sekaligus kolaborasi bagi para seniman, pelajar, mahasiswa, komunitas seni, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga eksistensi kesenian di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap dunia seni.
Ketua Umum UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep, Fathur Rahman, mengatakan tema tersebut lahir dari kegelisahan panitia melihat semakin memudarnya perhatian masyarakat terhadap kesenian. Karena itu, Pekan Seni Madura X diharapkan menjadi titik awal untuk membangkitkan kembali semangat berkarya.
”Tema ini lahir dari kegelisahan kami terhadap kondisi peminat kesenian hari ini yang mulai redup. Satu-satunya cara untuk menyalakannya kembali adalah harus dimulai dari para pelaku seni itu sendiri,” ujar Fathur.
Ia menegaskan, peluncuran buku antologi puisi “Tuhan Aku Masih Berjuang” bukan sekadar seremoni, melainkan bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap sastra dan budaya.
”Kami ingin terus konsisten menghidupkan semangat berkesenian melalui kegiatan yang terbuka bagi siapa saja. Pekan Seni Madura menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk berkarya, berdialog, dan saling menginspirasi,” katanya.
Selain peluncuran buku yang dilanjutkan dengan sesi bincang buku, panitia juga menggelar berbagai agenda, seperti workshop teater, pertunjukan seni, diskusi kebudayaan, dan apresiasi karya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong lahirnya karya-karya kreatif sekaligus memperkuat jejaring komunitas seni di Madura.
Menurut Fathur, penyelenggaraan Pekan Seni Madura selama satu dekade menunjukkan komitmen UKM Sanggar Lentera dalam menjaga keberlangsungan ekosistem kesenian di Pulau Madura. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam merawat seni dan budaya.
”Harapan kami, semangat berkesenian tidak hanya tumbuh dari kelompok kecil seperti Sanggar Lentera, tetapi juga menjalar ke komunitas-komunitas seni lainnya di Madura. Kami percaya para pelaku seni memiliki potensi besar untuk saling menghidupkan karya, saling menguatkan, dan bersama-sama menjaga nyala kesenian,” tuturnya.
Melalui Pekan Seni Madura X, UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep berharap lahir lebih banyak ruang kreatif yang mampu menjembatani seniman dengan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap keberlangsungan seni, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesenian Madura sekaligus melahirkan karya-karya yang memberi makna bagi kehidupan sosial dan budaya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Ifan
Editor : EM










