SUMENEP, Suara Madura News – Penemuan sesosok mayat perempuan dalam kondisi hangus terbakar menggemparkan warga Dusun Taroman, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jumat (28/8/2026) pagi. Korban ditemukan tergeletak di area tegalan milik warga sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban diketahui bernama Suhaena (70), warga Dusun Karangkeng, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang. Penemuan jasad lansia tersebut sontak menarik perhatian warga dan memicu keramaian di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Busahna, seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar area tegalan. Saat berada di lokasi, saksi mencium aroma menyengat seperti bau benda terbakar. Curiga dengan bau tersebut, ia kemudian mencari sumbernya dan mendapati sesosok tubuh dalam kondisi terbakar.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan itu segera dilaporkan kepada warga sekitar. Tak lama berselang, warga lain bernama Nor Salam datang ke lokasi dan memastikan bahwa korban merupakan Suhaena yang dikenal sebagai warga Desa Nyabakan Barat.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Batang-Batang langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memasang garis polisi untuk mengamankan area serta melakukan serangkaian penyelidikan awal bersama Tim Identifikasi Polresta Sumenep.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan informasi yang diperlukan guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.
Jenazah kemudian dievakuasi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Batang-Batang dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, melalui Kapolsek Batang-Batang AKP Ratman Desianto, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pikun. Selain itu, korban disebut sering merokok dan memiliki kebiasaan membakar sampah maupun tumpukan kayu di sekitar rumah.
“Keluarga korban juga menyampaikan penolakan terhadap proses autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Mereka menduga peristiwa tersebut merupakan kecelakaan yang dialami korban saat beraktivitas,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan bahwa pihak kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh fakta di lapangan terdokumentasi dengan baik.
“Petugas telah melakukan pengamanan lokasi, olah TKP bersama Tim Identifikasi Polresta Sumenep, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga. Seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pendataan dan pengumpulan informasi terkait peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian.










