SUMENEP, Suara Madura News – Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep terus menunjukkan progres positif. Salah satu yang menjadi sorotan masyarakat adalah kondisi Jalan Jathe Lanjheng di Kepulauan Kangean yang kini semakin mulus dan nyaman dilalui, setelah sebelumnya dikenal sebagai ruas jalan yang dipenuhi lubang dan kerusakan.
Perbaikan jalan tersebut terlihat pada akses penghubung Kecamatan Arjasa menuju Kecamatan Kangayan, termasuk kawasan Kayuaro. Kondisi terkini jalan itu bahkan ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah warga membagikan dokumentasi terbaru yang menunjukkan perubahan signifikan pada ruas tersebut.
Salah satu unggahan yang menarik perhatian datang dari kreator konten sekaligus warga kepulauan, Auva_Daeng_Unsah. Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok miliknya, ia memperlihatkan kondisi Jalan Jathe Lanjheng yang kini tampak lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penampakan jalan di Kangean. Ada yang tahu ini di mana? Iya, ini Jathe Lanjheng. Jadi, penampakan jalannya tahun 2026 ini, yang biasanya berlubang-lubang, sekarang sudah mulus, sudah hitam,” ujar Auva dalam videonya.
Menurutnya, kondisi jalan yang semakin baik memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan perjalanan masyarakat. Bahkan, waktu tempuh antarwilayah di Kangean diperkirakan menjadi lebih efisien dibanding sebelumnya.
“Kalau begini, dari Kecamatan Arjasa menuju Kecamatan Kangayan, terutama ke Kayuaro, sepertinya bisa ditempuh lebih cepat. Jalannya sudah ngalunyur,” ungkapnya.
Bagi masyarakat kepulauan, pembangunan jalan bukan hanya soal infrastruktur fisik. Jalan merupakan sarana vital yang menunjang mobilitas warga, distribusi barang dan jasa, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Perbaikan Jalan Jathe Lanjheng menjadi salah satu bukti komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan berbagai kebutuhan pembangunan lainnya, pemerintah daerah tetap menempatkan konektivitas antarwilayah sebagai program prioritas yang dikerjakan secara bertahap.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang, mendukung kegiatan ekonomi, serta mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati Fauzi saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya mengarahkan pembangunan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
“Kami memahami masih banyak kebutuhan pembangunan yang harus ditangani, baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Pemerintah tidak mungkin menyelesaikan semuanya dalam waktu yang bersamaan,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Fauzi, penentuan skala prioritas menjadi strategi utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas. Yang jelas, perhatian terhadap wilayah kepulauan tetap menjadi bagian penting dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Sumenep,” tambahnya.
Respons positif masyarakat terhadap kondisi Jalan Jathe Lanjheng menjadi gambaran bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari besarnya anggaran atau panjang ruas yang dikerjakan. Bagi warga, manfaat pembangunan terasa ketika perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman, waktu tempuh lebih singkat, serta aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih lancar.
Perubahan wajah Jalan Jathe Lanjheng kini menjadi simbol hadirnya pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat kepulauan. Dengan akses yang semakin baik, konektivitas antarwilayah semakin kuat dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kangean dan wilayah kepulauan lainnya di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Ifan
Editor : ZR










