Tak Digubris, Kepala Sekolah Didampingi Ketua IWO Sumenep Adukan SPPG Batang-Batang Daya Ke Satgas MBG

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 10:42

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News – Dugaan persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, kian mengemuka.

Isu terkait kualitas makanan yang diduga tidak layak konsumsi serta distribusi yang bermasalah kini resmi dilaporkan ke Satuan Tugas (Satgas) MBG setempat.

Laporan tersebut diajukan oleh dua lembaga pendidikan, yakni Yayasan Taklimus Shibyan dan MI Ar Rasyad, terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang-batang Daya yang berada di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berjaya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua lembaga itu mendatangi Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan didampingi Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep, Imam Mustain Ramli. Mereka meminta agar pemerintah daerah melalui Satgas MBG segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah tegas atas dugaan yang terjadi.

Kepala MI Ar Rasyad Desa Kolpo, M. Saleh, mengungkapkan bahwa persoalan distribusi dan kualitas makanan bukan terjadi sekali, melainkan berulang tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak penyelenggara.

“Kami melaporkan secara resmi ke Satgas MBG Kabupaten Sumenep karena persoalan ini sudah berulang kali, Distribusi kerap tidak tepat waktu, dan kondisi makanan yang diterima siswa kami dinilai tidak layak konsumsi, Seperti Kemarin Menu yang disajikan Ayam nya Basi dan Bau, itu secara keseluruhan, ada ratusan Siswa menunya sama.” ujar Saleh saat ditemui Tim Media usai menyerahkan Laporannya ke Satgas MBG di Kantor Pemkab Sumenenep, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga :  ACCESS Kantongi Data Status Gizi Anak Dan Segera Identifikasi Keberhasilan MBG

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi para siswa.

“Kami sangat khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan siswa. Jika makanan yang disajikan tidak memenuhi standar kelayakan, tentu ini menjadi ancaman serius yang tidak bisa dianggap sepele,” tegasnya.

Saleh juga menyinggung adanya kesepakatan kerja sama yang menurutnya tidak dijalankan secara optimal oleh pihak penyedia layanan.

“Dalam perjanjian kerja sama sudah jelas ada standar yang harus dipenuhi. Namun, yang terjadi di lapangan tidak sesuai harapan. Kami berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengisyaratkan bahwa pihaknya mempertimbangkan langkah lanjutan apabila tidak ada perbaikan konkret dalam waktu dekat.

“Kami mengutamakan kesehatan siswa. Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, tentu kami akan mempertimbangkan opsi lain demi memastikan siswa mendapatkan makanan yang lebih layak,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Sumenep Kunjungi Samsat, Pastikan Pelayanan Publik Optimal

Laporan tersebut menambah daftar perhatian terhadap pelaksanaan program MBG di daerah, Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa itu diharapkan berjalan sesuai standar dan prinsip kehati-hatian.

Para pelapor mendesak Satgas MBG Kabupaten Sumenep segera melakukan penelusuran lapangan, memverifikasi laporan, serta memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami berharap Satgas MBG segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan mengambil tindakan tegas jika terbukti ada pelanggaran. Jika harus di Laporkan ke BGN kami Mohon kepada Satgas MBG Sumenep Segera Laporkan Ke BGN, Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa,” Tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Batang-batang Daya yang ada di Bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berjaya belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan berimbang.

Publik kini menantikan langkah konkret dari Satgas MBG Kabupaten Sumenep. Penanganan yang cepat dan transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan terhadap program MBG sekaligus memastikan hak siswa atas makanan bergizi dan layak konsumsi tetap terpenuhi.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026
Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3
Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar
Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan
Semarak Hari Santri 2026, Festival Banjari Piala DRT The Big Family Gaungkan Syiar Islam di Sumenep
Proyek Rehabilitasi SDN Taman 1 Sampang Senilai Rp398 Juta Disorot, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Adira Finance Gugat Nasabah di PA Sumenep, Tergugat Ajukan Perdamaian Lewat Pelunasan Penuh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30

Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37

Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:46

Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:56

Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan

Berita Terbaru