Menu MBG Realisasi SPPG Lebeng Timur Kembali Viral di Sosial Media

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:39

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto hasil SC video viral di sosial Media

Foto hasil SC video viral di sosial Media

SUMENEP, Suara Madura News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direalisasikan oleh SPPG Lebeng Timur kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan menu makanan diduga tidak layak konsumsi beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar di platform TikTok dan WhatsApp, terlihat seorang wali murid memperlihatkan menu MBG berupa nasi, sayur, dan lauk ayam yang disebut mengeluarkan bau tidak sedap. Unggahan tersebut sontak menuai beragam komentar dari warganet yang mempertanyakan kualitas dan pengawasan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

SPPG Lebeng Timur yang berada dibawah naungan Yayasan Matlhabul Ulum Sumenep, sebelumnya juga sempat menjadi perbincangan publik terkait kualitas menu MBG. Kini, viralnya kembali menu tersebut memicu kekhawatiran orang tua siswa terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Salah satu wali murid mengaku khawatir jika makanan yang dikonsumsi anaknya tidak memenuhi standar kelayakan. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.

“Kalau memang ini program untuk kebaikan anak-anak, seharusnya kualitasnya benar-benar diperhatikan. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” ujarnya.

Wali Murid berharap Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung untuk pengawasan lebih ketat agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan asupan gizi yang layak dan aman bagi para siswa.

“Ta’ ekakan ebeddei asli bau. Mon ta’ layak je’ begi-begi pessena bai yeee. Mon se tak tarema entar ka engkok (Tidak dimakan ditaruh wadah, memang sudah bau. Kalau tidak layak jangan dibagi-bagi, uangnya saja itu. Kalau ada yang tidak terima, silakan datang ke saya),” ungkap wali murid dalam cuplikan video yang berdurasi 12 detik, Kamis (13/2/2026).

Baca Juga :  Pekerjaan Saluran Irigasi HIPPA Desa Ragung Terindikasi Sarat Penyimpangan, Pendamping Plonga Plongo

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa transparansi dan kontrol kualitas menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program makanan bergizi di lingkungan sekolah.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPPG Lebeng Timur belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya kembali menu MBG tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini masih belum mendapat tanggapan.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur
Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian
Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa
Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti
Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen
Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SDN Kolor 2
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Warga Camplong Laporkan Hasanah ke Polres Sampang, Libas88 Desak Penanganan Secara Profesional
Curanmor Gagal Beraksi, Dua Warga Sukajeruk Dibekuk Unit Reskrim Polsek Masalembu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:26

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49

Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:25

Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa

Senin, 27 Juli 2026 - 20:00

Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13

Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen

Berita Terbaru