Distribusi MBG di RA Hidayatut Thalibin Menuai Sorotan, Guru Sebut Hanya Perbaikan Menu Saat Viral Saja, SPPG Pakamban Laok 2 Akan Dievaluasi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:57

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto SPPG Pakamban Laok 2 Pragaan Sumenep

Foto SPPG Pakamban Laok 2 Pragaan Sumenep

SUMENEP, Suara Madura News — Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RA Hidayatut Thalibin belakangan menuai sorotan publik. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas menu yang disajikan kepada anak-anak mereka, sementara pihak sekolah menyatakan bahwa perubahan menu yang terjadi merupakan upaya perbaikan, bukan karena tekanan publik.

Program yang disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 dan dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi itu menuai penolakan wali murid dan sejumlah guru dan siswa dilaporkan mengalami diare diduga akibat ayam bakar yang kurang matang.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak yayasan mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur produksi MBG sekaligus bertanggung jawab atas insiden yang terjadi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi menyatakan pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah menerima laporan dan pemberitaan terkait keluhan tersebut. Selain evaluasi dapur, yayasan juga berjanji memperbaiki kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa.

Baca Juga :  Kirab Pusaka, Bukti Komitmen Pemkab Sumenep Lestarikan Warisan Budaya Leluhur

“Saya menyampaikan terimakasih atas perhatiannya, kabar tersebut langsung kami adakan rapat dan evaluasi di dapur,” kata Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi, saat dihubungi media melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/2/2026).

Tak hanya itu, pihak pengelola juga mengaku telah melakukan penggantian menu MBG yang sebelumnya ditolak oleh sejumlah wali murid RA HT.

Meski demikian, keluhan baru kembali mencuat. Sejumlah guru menilai perbaikan kualitas menu hanya berlangsung sesaat setelah kasus tersebut ramai diberitakan.

Setelah situasi mereda, menu MBG disebut kembali seperti sebelumnya dan dinilai jauh dari standar gizi yang diharapkan.

“Ini hanya saat diberitakan media oleh wartawan, menunya diganti menjadi lebih baik. Namun setelah situasi tidak lagi ramai, menunya kembali seperti sebelumnya,” ujar guru berinisial A.

Baca Juga :  Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik Muhammadiyah Perkuat Akses Keadilan Bagi Masyarakat

Bahkan, guru di Pragaan tersebut juga menyoroti ukuran porsi makanan yang dinilai tidak sesuai standar.

“Saya heran kenapa bisa seperti itu lagi, Mas. Bahkan menu ayam dipotong kecil, tempe juga dipotong kecil. Padahal, setahu saya, menu MBG memiliki ukuran potongan yang sudah diatur, termasuk potongan tempe,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, menu yang saat ini juga masih memberikan susu yang dinilai tidak baik jika dikonsumsi setiap hari.

Sekarang sudah menggunakan susu Cimory lagi. Padahal yang diperbolehkan hanya susu full cream. SPPG Pakamban Laok 2 ini terkesan selalu asal-asalan,” pungkasnya.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur
Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian
Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa
Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti
Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen
Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SDN Kolor 2
Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Warga Camplong Laporkan Hasanah ke Polres Sampang, Libas88 Desak Penanganan Secara Profesional
Curanmor Gagal Beraksi, Dua Warga Sukajeruk Dibekuk Unit Reskrim Polsek Masalembu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:26

Aksi Penganiayaan Berdarah di Guluk-Guluk Terungkap, Pelaku Gagal Kabur

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49

Kapolsek Bluto Siapkan Hadiah Rp2 Juta bagi Warga yang Bantu Tangkap Pelaku Pencurian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:25

Diduga Curi Lima Ekor Ayam, Dua Warga Pamolokan Sumenep Diamankan Polisi Usai Ditangkap Massa

Senin, 27 Juli 2026 - 20:00

Pelaku Bobol Toko di Bancamara Dungkek Ditangkap, Polisi Amankan Puluhan Slop Rokok dan Sejumlah Barang Bukti

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13

Ketua PPR Sumenep Ajak Industri Rokok Serap Tembakau Lokal, Petani Diminta Fokus Jaga Mutu Panen

Berita Terbaru