SAMPANG, Suara Madura News – Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Taman 1, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Proyek yang bersumber dari anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp398.882.222.
Pekerjaan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan itu kini menuai pertanyaan, terutama terkait teknik pengerjaan konstruksi dan transparansi pelaksanaan proyek.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, pengerjaan tiang cor pada bagian dinding sekolah diduga tidak dilakukan dengan pembongkaran yang memadai. Padahal, metode pengerjaan konstruksi perlu memperhatikan standar teknis agar campuran beton dapat mengisi ruang secara optimal dan menghasilkan struktur yang sesuai spesifikasi.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Teknik pengerjaan yang terlihat di lapangan diduga hanya menggunakan lubang berukuran terbatas. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan campuran beton, mengingat masih terlihat bagian yang dinilai kurang padat dan terdapat rongga pada material.
Temuan visual tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi kontrak dan standar konstruksi yang berlaku.
Saat dikonfirmasi mengenai lingkup pekerjaan, seorang pekerja di lokasi menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilakukan meliputi penggantian atap dan pemasangan keramik secara keseluruhan.
“Ya, Mas, atap dirubah dan keramik total. Untuk kusen depan tetap memakai yang lama, hanya jendela belakang yang dirubah,” ujar pekerja tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa bagian teras dimajukan beberapa meter ke depan, termasuk pengerjaan tiang cor.
Keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai rincian item pekerjaan yang dilaksanakan dibandingkan dengan perencanaan dan nilai kontrak proyek. Namun, untuk memastikan ada atau tidaknya ketidaksesuaian, diperlukan pemeriksaan dokumen kontrak, gambar teknis, rencana anggaran biaya (RAB), serta hasil pekerjaan di lapangan.
Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek, CV Sinergi Mitra Andalan, belum membuahkan hasil. Saat media ini berupaya meminta penjelasan, belum diperoleh keterangan yang jelas dari pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan mengenai metode pengerjaan tiang cor, rincian penggunaan anggaran, serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis.
Belum adanya klarifikasi tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai pelaksanaan proyek masih memerlukan jawaban resmi.
Sorotan terhadap proyek rehabilitasi SDN Taman 1 diharapkan menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang dan instansi pengawas terkait untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap kualitas pekerjaan.
Pemeriksaan diperlukan guna memastikan penggunaan anggaran sesuai peruntukan, pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis, serta fasilitas pendidikan yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi siswa dan tenaga pendidik.
Dugaan penyimpangan dalam proyek ini juga perlu ditelusuri berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan yang objektif. Kecurigaan mengenai kemungkinan praktik korupsi tidak dapat dijadikan kesimpulan tanpa adanya temuan dan proses verifikasi oleh pihak berwenang.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi CV Sinergi Mitra Andalan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, serta pihak terkait lainnya demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
Penulis : Far
Editor : ZR










