SUMENEP, Suara Madura News – Momentum Pengajian Akbar dan Khotmil Al-Qur’an dalam rangka Hari Imtihan dan Haflatul Akhirussanah (HIMMAH) ke-51 Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menjadi ajang mempererat sinergi antara dunia pesantren dan TNI dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, religius, dan cinta tanah air.
Kegiatan yang berlangsung pada 12–14 Juli 2026 itu dihadiri ribuan santri, wali santri, dewan guru, tokoh agama, serta masyarakat. Komandan Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole, Mayor Inf. Aditya Danang Putranto, S.S.T.HAN., M.I.P., hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus memberikan motivasi kepada para santri dan peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Mayor Danang menegaskan bahwa pesantren dan TNI memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun karakter generasi bangsa. Menurutnya, pendidikan keagamaan yang diberikan pesantren dapat berjalan beriringan dengan pembinaan kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan yang menjadi bagian dari nilai-nilai yang ditanamkan TNI.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pesantren membentuk generasi yang kuat secara spiritual dan moral, sementara TNI menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan. Jika kedua kekuatan ini berjalan bersama, maka akan lahir generasi yang memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini, pesantren terus menjadi benteng moral sekaligus pusat pendidikan yang melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh bagi bangsa.
Menurut Mayor Danang, Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren, melalui program wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, pelatihan kepemimpinan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Santri adalah aset bangsa dan calon pemimpin masa depan. Mereka perlu dibekali tidak hanya ilmu agama, tetapi juga semangat nasionalisme dan karakter yang kuat agar mampu menjadi generasi yang unggul,” katanya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islamiyah, KH. Ali Jufri Hisyam, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Yonif TP 931/Kostrad dalam kegiatan HIMMAH ke-51. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan karakter para santri.
“Kehadiran TNI di lingkungan pesantren memberikan motivasi tersendiri bagi para santri. Mereka bisa belajar tentang kedisiplinan, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” tuturnya.
Ia berharap hubungan baik antara Pondok Pesantren Al-Islamiyah dan Yonif TP 931/Kostrad dapat terus berkembang melalui berbagai program pembinaan yang bermanfaat bagi generasi muda.
KH. Ali Jufri juga mengaku bangga dengan penampilan grup hadrah personel Yonif TP 931/Kostrad yang turut memeriahkan rangkaian acara. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari para santri dan tamu undangan.
“Ini menunjukkan bahwa prajurit TNI tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas negara, tetapi juga dekat dengan masyarakat serta mampu melestarikan seni dan budaya Islami,” ungkapnya.
Selain Pengajian Akbar dan Khotmil Al-Qur’an, rangkaian HIMMAH ke-51 juga diisi dengan wisuda santri kelas akhir, penampilan seni Islami, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang berlangsung khidmat dan meriah.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Al-Islamiyah dan Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole menunjukkan komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang religius, berakhlak mulia, berjiwa nasionalis, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Penulis : Ifan
Editor : EM










