Suspend Tidak Membuat Efek Jera, SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Sajikan Menu MBG Tak Layak Konsumsi

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG Sajian SPPG Pakamban Laok 2

Menu MBG Sajian SPPG Pakamban Laok 2

SUMENEP, Suara Madura News – Kebijakan suspend yang sebelumnya dijatuhkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2 tampaknya belum memberikan efek jera. Buktinya, dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebut kembali menjadi sorotan setelah diduga menyajikan menu yang tidak layak konsumsi.

Padahal, sebelumnya SPPG tersebut sempat disuspend (diberhentikan sementara) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) akibat berbagai persoalan mulai dari dugaan memicu diare pada siswa dan guru, penolakan dari wali murid RA, hingga temuan roti berjamur dalam paket MBG kering.

Namun, pelanggaran serupa kembali terjadi pada Kamis, 9 April 2026, dan memicu kemarahan wali murid. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kondisi makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paket MBG yang diterima siswa, ditemukan sayuran yang diduga sudah basi, sehingga dikhawatirkan membahayakan kesehatan anak-anak.

“SPPG Pakamban Laok 2 membagikan sayuran atau acar basi. Ini wortelnya dan timunnya sudah berlendir dan layu. Makanan sangat tidak layak jika diberikan kepada anak-anak,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga :  Keluar Aroma Gas Mirip Belerang, Sumur Bor di Peragaan Sumenep Dihentikan

Ia menegaskan, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Karena itu, pihaknya mendesak pengelola SPPG agar lebih serius dalam memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

“Lebih baik tidak menerima MBG, jika hanya memberikan sajian asal-asal dan basi. SPPG ini memang tidak mau berbenah dengan kesalahan yang telah berulang ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, wali murid juga mengaku adanya upaya pembungkaman terhadap temuan tersebut. Ia menyebut pihak sekolah tidak memperbolehkan kasus ini dipublikasikan karena atas permintaan pihak sppg.

“Kami sama pihak sekolah dilarang memviralkan, karena katanya pihak SPPG yang melarangnya untuk tidak di publik ke media,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia pun juga mempertanyakan sikap sekolah yang dinilai tidak berpihak pada keselamatan siswa.

“Saya heran, kenapa sekolah takut sama pihak SPPG Pakamban Laok 2. Padahal ini menyangkut keselamatan siswa, seharusnya guru menjadi garda terdepan untuk menjaga anak didiknya agar tidak mengonsumsi makanan yang tak layak dalam paket MBG,” tegasnya.

Baca Juga :  Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Satlantas Polres Sumenep Gelar Ramp Check Kendaraan Angkutan Umum

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa pihak SPPG disebut meminta agar wali murid yang memprotes tidak langsung pulang karena akan didatangi pihak SPPG.

“Bahkan dengan kejadian ini, pihak SPPG meminta guru agar wali murid yang memprotes MBG basi agar tidak pulang, karena mau didatangi pihak SPPG,” jelasnya.

Wali murid berharap satgas mbg sumenep dan Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Pakamban Laok 2, mengingat dugaan pelanggaran yang terus berulang.

Sementara itu, pihak SPPG Pakamban Laok 2 membantah tudingan tersebut. Mereka menyatakan bahwa sayuran yang dibagikan bukan dalam kondisi basi, melainkan acar mentah.

“Mohon maaf sebelumnya, saya izin konfirmasi terkait sayurnya, itu bukan basi tapi itu acar mentah, tapi wortelnya itu direbus, timunya tanpa direbus. Itu rasa kecutnya bukan rasa dari basi tapi rasa dari cuka,” pungkasnya dalam pesan suara WhatsApp yang dibagikan kepada wali murid.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

Dianggap Penyelamat Harga Tembakau Madura, Tiktoker Asal Sumenep Lakukan Gerakan Moral Untuk Haji Her
SPPG Lenteng Timur 3 Terkesan Abaikan Aturan BGN, Publik Pertanyakan Fungsi SPPI Korwil Sumenep
Tak Digubris, Kepala Sekolah Didampingi Ketua IWO Sumenep Adukan SPPG Batang-Batang Daya Ke Satgas MBG
Polantas Menyapa Masyarakat, Satlantas Polres Sumenep Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas
Samsat Sumenep Terus Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat
Minimnya Pengawasan, SPPG Batang-Batang Daya Sajikan Menu MBG Ayam Busuk dan Ditolak Siswa
Dinyatakan Palsu, Nasabah Gadai Emas Rugi Ratusan Juta, BMT-UGT Nusantara Resmi Dilaporkan Ke Polisi
Tak Jera Disuspend, SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Sajikan Menu MBG Tidak Layak Konsumsi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 22:28 WIB

Dianggap Penyelamat Harga Tembakau Madura, Tiktoker Asal Sumenep Lakukan Gerakan Moral Untuk Haji Her

Jumat, 10 April 2026 - 19:25 WIB

SPPG Lenteng Timur 3 Terkesan Abaikan Aturan BGN, Publik Pertanyakan Fungsi SPPI Korwil Sumenep

Jumat, 10 April 2026 - 10:42 WIB

Tak Digubris, Kepala Sekolah Didampingi Ketua IWO Sumenep Adukan SPPG Batang-Batang Daya Ke Satgas MBG

Jumat, 10 April 2026 - 10:16 WIB

Polantas Menyapa Masyarakat, Satlantas Polres Sumenep Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

Kamis, 9 April 2026 - 13:24 WIB

Suspend Tidak Membuat Efek Jera, SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Sajikan Menu MBG Tak Layak Konsumsi

Berita Terbaru