Pantai Slopeng Kembali Dapat Keluhan Dari Pengunjung, Sampah Berserakan, Tiket Mahal

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 11:24

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Suara Madura News – Kondisi memprihatinkan menyelimuti kawasan wisata Pantai Slopeng. Alih-alih menjadi destinasi unggulan yang membanggakan, pantai ini justru menuai kritik tajam dari warga dan pengunjung akibat persoalan klasik yang tak kunjung diselesaikan: sampah berserakan, tiket mahal, dan nihilnya pembangunan.

Jakfar Sodiq, warga sekitar Pantai Slopeng, secara tegas membantah pernyataan pengelola yang sebelumnya disampaikan melalui media online. Dalam klarifikasinya, ia menepis klaim bahwa tumpukan sampah di kawasan pantai disebabkan oleh abrasi semata.

“Faktanya, sampah di sini memang banyak dan menumpuk. Ini bukan sekadar kiriman dari laut akibat abrasi. Pengelolaan yang buruk jelas jadi penyebab utama,” tegas Jakfar, Minggu (29/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti ketimpangan antara harga tiket masuk dengan kondisi lapangan yang jauh dari kata layak. Menurutnya, pengunjung dipungut biaya yang tidak sedikit, namun tidak mendapatkan fasilitas yang memadai.

“Pengunjung bayar mahal, tapi yang didapat apa? Pantai kotor, fasilitas minim, dan tidak ada perubahan dari tahun ke tahun,”tambahnya.

Baca Juga :  Tak Berkutik, Pria Asal Manding Diamankan Polisi Usai Kedapatan Simpan Sabu di Gudang Hotel

Lebih lanjut, Jakfar melontarkan kritik keras terhadap pola pikir pengelola yang dinilai tidak berorientasi pada kemajuan wisata.

“Jangan hanya menjadi pihak ketiga memikirkan untung dan ruginya saja. Hal ini berurusan dengan inovasi dan nama baik wisata Pantai Slopeng,” jelasnya.

Keluhan serupa juga datang dari wisatawan bernama Syamsul. Ia mengaku mengalami kejadian yang dinilainya tidak masuk akal saat melintas di depan kawasan Pantai Slopeng pada momen Lebaran Ketupat.

“Benar saya dimintai uang 20 ribu pada saat hari Lebaran Ketupat. Saya sama keluarga gak masuk. Katanya petugas untuk menunjang keuangan yang mengundang DJ,’ tuturnya.

Menurut Syamsul, penarikan tiket terhadap pengunjung yang bahkan tidak masuk ke area wisata menunjukkan buruknya tata kelola dan lemahnya pengawasan di lapangan. Alasan yang disampaikan petugas pun dinilai tidak relevan dan justru menambah kesan bahwa pengelolaan lebih berorientasi pada pemasukan instan ketimbang kenyamanan dan keadilan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan apa pun. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan chat maupun panggilan WhatsApp tidak mendapatkan respons. Sikap bungkam ini semakin mempertegas kesan bahwa keluhan masyarakat dan wisatawan tidak mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.

Baca Juga :  Ngonjuk Lajangan di Billapora Rebba, Ketua DPD PSI Sumenep Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

Kritik ini mencerminkan kekecewaan yang semakin meluas. Pantai Slopeng yang seharusnya menjadi aset wisata daerah justru terkesan terbengkalai. Tidak terlihat adanya pembangunan signifikan, baik dari segi infrastruktur, kebersihan, maupun pengelolaan kawasan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap komitmen pengelola dan pihak terkait. Ke mana aliran dana dari tiket masuk? Mengapa tidak ada perbaikan nyata?

Jika dibiarkan terus, bukan tidak mungkin Pantai Slopeng akan kehilangan daya tariknya sepenuhnya. Wisatawan bisa beralih ke destinasi lain yang lebih terawat dan transparan dalam pengelolaan.

Sudah saatnya pihak pengelola dan pemerintah daerah berhenti mencari alasan dan mulai bertindak. Membersihkan sampah, menata ulang fasilitas, serta menghadirkan pembangunan yang konkret bukan lagi pilihan melainkan kewajiban. Masyarakat dan pengunjung tidak butuh janji. Mereka butuh bukti.

Penulis : ZR

Editor : EM

Berita Terkait

DPRD Sumenep Dukung E-Voting Pilkades, Minta Regulasi Diperkuat untuk Cegah Kecurangan
Jumat Berkah, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi Komunitas Ojol, Ingatkan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas
Diduga Dua Kali Setubuhi Pelajar 17 Tahun, Pemuda Sumenep Akhirnya Dibekuk Polisi
HUT ke-25 Demokrat dan Maulid Nabi, Hariyono Ajak Kader Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Wujudkan Lalu Lintas Aman, Satlantas Sumenep Beri Pemahaman Larangan Bentor Kepada Pengemudi
Razia Miras di Sumenep, Satresnarkoba Sita 48 Botol Minuman Beralkohol dari Cafe Lotus
Tidak Transparan ” Pembangunan Revitalisasi Anggaran Milliaran SDN Bira Timur 1 Terindikasi Penyimpangan
Polantas Sumenep Ingatkan Bahaya Overload dan Over Dimensi, Sopir Diajak Tertib Berlalu Lintas

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:56

DPRD Sumenep Dukung E-Voting Pilkades, Minta Regulasi Diperkuat untuk Cegah Kecurangan

Jumat, 11 September 2026 - 11:44

Jumat Berkah, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi Komunitas Ojol, Ingatkan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 11 September 2026 - 07:44

Diduga Dua Kali Setubuhi Pelajar 17 Tahun, Pemuda Sumenep Akhirnya Dibekuk Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 17:22

HUT ke-25 Demokrat dan Maulid Nabi, Hariyono Ajak Kader Kembali Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 21:52

Razia Miras di Sumenep, Satresnarkoba Sita 48 Botol Minuman Beralkohol dari Cafe Lotus

Berita Terbaru