SKK Migas Jabanusa dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas Demi Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:23

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BADUNG, BALI, Suara Madura News – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus dilakukan melalui sinergi strategis antara SKK Migas dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan sistem pengamanan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) yang menjadi salah satu objek vital nasional penopang kebutuhan energi Indonesia.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Kesekuritian Tahun 2026 yang digelar SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Badung, Bali, pada 9 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi antara SKK Migas, KKKS, TNI AD, TNI AL, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat strategi pengamanan sektor energi nasional.

Dalam forum tersebut, salah satu agenda penting adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SKK Migas dan TNI Angkatan Laut terkait pengamanan fasilitas migas lepas pantai (offshore). Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi dalam menjaga infrastruktur migas yang memiliki peran strategis terhadap produksi dan lifting migas nasional.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, rapat kerja juga menegaskan implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 sebagai pedoman dalam pengelolaan sistem pengamanan sektor hulu migas yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Terus Tingkatkan Literasi Keuangan Melalui Program Jelajah Cerdas Literasi Keuangan

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menekankan bahwa aspek keamanan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan industri hulu migas.

“Ketahanan energi nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keamanan seluruh fasilitas strategis yang menunjang operasional migas. Sinergi dengan TNI menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh kegiatan hulu migas berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan,” ujarnya kepada media, Jumat (17/7/2026).

Menurut Anggono, kolaborasi tersebut juga bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu operasional industri migas.

Sementara itu, Paban VII/Kermater Sterad Mabes AD Kolonel Inf. Hipni Maulana F., S.Sos., menegaskan dukungan penuh TNI Angkatan Darat dalam pengamanan objek vital nasional, termasuk sektor energi.

Ia menyebut pengamanan aset energi merupakan bagian dari kontribusi TNI dalam mendukung program pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan negara.

“Menjaga keamanan sektor energi berarti menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan nasional. Karena itu, TNI akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman,” katanya.

Di sektor kemaritiman, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Kemaritiman, Laksamana Muda TNI Retiono Kunto H., S.E., M.A.P., CRMP., M.Tr.Ops., mengingatkan bahwa tantangan pengamanan instalasi migas di laut semakin kompleks.

Baca Juga :  Ternyata Sejumlah SPPG di Sumenep Tidak Mempunyai IPAL

Menurutnya, pengamanan fasilitas offshore memerlukan pendekatan terpadu yang menggabungkan unsur pertahanan, penegakan hukum, teknologi pengawasan modern, serta dukungan masyarakat pesisir.

“Pengamanan instalasi migas di laut tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan integrasi teknologi, kekuatan pertahanan, dan partisipasi masyarakat agar aset energi nasional tetap terlindungi dari berbagai ancaman,” jelasnya.

Senada dengan itu, Paban VI Binkuat Sopsal Mabesal Kolonel Laut Awang Bawono, S.E., M.M., M.A.P., CRMP., memaparkan sejumlah potensi ancaman yang dihadapi sektor hulu migas, mulai dari pencurian aset, perompakan, sabotase, illegal fishing, cuaca ekstrem, hingga ancaman siber dan gangguan terhadap instalasi bawah laut.

Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, TNI Angkatan Laut telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan melalui pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) guna menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia, khususnya kawasan strategis yang menjadi lokasi operasi industri migas.

Melalui Rapat Kerja Kesekuritian Tahun 2026 ini, SKK Migas Jabanusa bersama TNI dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen memperkuat sistem pengamanan sektor hulu migas yang adaptif dan terpadu. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi energi nasional sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi Indonesia di masa mendatang.

Penulis : Ifan

Editor : ZR

Berita Terkait

Ramai di Medsos 1 April 2026, Isu Kenaikan BBM Beredar, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Secara Resmi

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:23

SKK Migas Jabanusa dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas Demi Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:59

Ramai di Medsos 1 April 2026, Isu Kenaikan BBM Beredar, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Secara Resmi

Berita Terbaru