SUMENEP, Suara Madura News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Saronggi kembali menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas menu yang dibagikan kepada siswa, sementara warga sekitar dapur SPPG Saronggi mengaku resah dengan dampak aktivitas operasional di lingkungan mereka.
Beberapa wali murid menyampaikan bahwa menu MBG yang diterima anak-anak dinilai kurang layak. Keluhan tersebut mencakup rasa makanan yang dianggap kurang enak, penyajian yang kurang menarik, hingga kondisi lauk dan sayur yang dinilai kurang segar.
“Kami berharap makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan kebersihan. Ini untuk anak-anak,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, warga yang tinggal di sekitar dapur SPPG Saronggi juga mengungkapkan keresahan. Mereka mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan makanan. Selain itu, pengelolaan limbah dapur disebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Kami mendukung program pemerintah, tapi jangan sampai mengganggu kenyamanan warga. Harus ada solusi soal limbah dan kebersihan,” kata seorang warga setempat.
Masyarakat berharap ada evaluasi dan perbaikan segera, baik dari segi kualitas menu MBG maupun pengelolaan dapur, agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak ini dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Saronggi masih belum memberikan pernyataan resmi terkait berbagai keluhan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum mendapatkan respons.
Penulis : ZR
Editor : EM









