Mendistribusikan MBG Tidak Layak Konsumsi, SPPG Trunojoyo Kembali Jadi Sorotan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:02

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Suara Madura News – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trunojoyo yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan berisi buah busuk, kini muncul keluhan baru terkait dugaan sayuran dan lontong yang tidak layak konsumsi yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

Temuan tersebut dilaporkan oleh sejumlah petugas di wilayah Kelurahan Rongtengah yang menerima dan memantau penyaluran MBG. Mereka mengaku menemukan kondisi makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi saat tiba di lokasi penerima.

Salah seorang petugas Posyandu di wilayah Rongtengah menyampaikan bahwa banyak sayuran yang diterima dalam kondisi basi dan berbau asam.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Izin Pak, ini sayurnya sudah basi. Sayurnya sudah tidak layak dimakan, sudah kecut. Sampai di sini sudah tidak bisa dimakan. Tolong sampaikan ke dapurnya, tidak ada yang mau mengambil, diantar pun tidak ada yang mau,” ujar petugas tersebut kepada Babinsa Rongtengah.

Baca Juga :  Matangkan Raperda Pengelolaan Aset Daerah, Pansus I DPRD Sumenep Gandeng Akademisi UTM

Keluhan serupa juga disampaikan terkait menu lontong yang dinilai sudah lembek dan tidak layak dikonsumsi.

“Lontongnya juga lembek dan basi, tidak bisa dimakan. Tolong disampaikan ke dapurnya, sayang yang kerja,” tambahnya.

Tidak hanya petugas, sejumlah penerima manfaat program MBG juga mengaku kecewa dengan kualitas makanan yang mereka terima. Mereka menilai kondisi makanan yang diduga basi berpotensi membahayakan kesehatan penerima.

“Kalau memang makanan yang diterima sudah tidak layak konsumsi, kami tidak mau mengambil risiko sakit perut karena makan makanan basi,” ungkap salah seorang penerima manfaat.

Mereka berharap pengelola SPPG lebih mengutamakan kualitas dan keamanan pangan dibanding aspek lainnya. Menurut mereka, apabila kejadian serupa terus berulang, keluhan tersebut akan dilaporkan kepada pihak berwenang agar mendapat perhatian serius.

Dugaan berulangnya distribusi makanan yang tidak layak konsumsi memunculkan pertanyaan mengenai proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan di dapur MBG. Beberapa pihak menduga kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh makanan yang cepat basi, kurangnya standar higienitas selama proses pengolahan, atau faktor lain yang menyebabkan kualitas makanan menurun sebelum sampai ke penerima.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan

Sementara itu, Kepala SPPG Trunojoyo, Umar Syaid, saat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut memberikan tanggapan singkat. Menurutnya, keluhan mengenai lontong yang lembek telah ditindaklanjuti.

“Untuk terkait menu lontong yang lembek sudah diatasi dan akan diganti dengan susu yang baru. Untuk sayur yang basi tidak ada yang basi, semua masih aman,” ujarnya.

Namun saat awak media berupaya melakukan konfirmasi lanjutan untuk meminta penjelasan lebih rinci terkait mekanisme pengawasan kualitas makanan dan langkah evaluasi yang akan dilakukan, komunikasi tidak dapat dilanjutkan. Nomor kontak yang digunakan untuk konfirmasi dilaporkan tidak lagi dapat dihubungi.

Kasus ini menambah daftar keluhan yang sebelumnya juga sempat muncul terkait kualitas menu MBG dari SPPG Trunojoyo. Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar program yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi tersebut benar-benar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi para penerimanya.

Penulis : Far

Editor : ZR

Berita Terkait

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026
Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3
Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar
Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada
Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan
Semarak Hari Santri 2026, Festival Banjari Piala DRT The Big Family Gaungkan Syiar Islam di Sumenep
Proyek Rehabilitasi SDN Taman 1 Sampang Senilai Rp398 Juta Disorot, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
Adira Finance Gugat Nasabah di PA Sumenep, Tergugat Ajukan Perdamaian Lewat Pelunasan Penuh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:39

Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep Raih Medali HKIMO Heat Round 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30

Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Sumenep Sambangi SDN Pangarangan 3

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37

Tiktoker Rowie Sampang Siap Hibur Masyarakat Lewat Live Karaoke, Ajak Warga Madura Dukung Ari di DA8 Indosiar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:46

Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Bakar Lahan Saat Kemarau, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:56

Kuasa Hukum Apresiasi Polresta Sumenep, Terlapor Kasus Dugaan Pencabulan Diamankan

Berita Terbaru