SUMENEP, Suara Madura News – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep kembali menggelar Sumenep Job Fair 2026 sebagai upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Kegiatan bursa kerja tersebut akan berlangsung di Gedung KORPRI Sumenep pada Rabu, 23 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Melalui kegiatan ini, para pencari kerja dapat bertemu langsung dengan perusahaan yang membuka lowongan dan mengikuti proses rekrutmen sesuai minat serta kualifikasi yang dimiliki.
Kepala Disnaker Kabupaten Sumenep, Mustangin, melalui Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Eko Kurnia Mediantoro, mengatakan bahwa Job Fair 2026 dirancang untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat terhadap informasi dan peluang kerja.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui Job Fair ini kami ingin menghadirkan berbagai peluang kerja sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan yang sesuai dengan kompetensi, keterampilan, dan latar belakang pendidikan masing-masing,” ujar Eko, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pencari kerja untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan dan mengetahui kebutuhan tenaga kerja yang sedang dibutuhkan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Disnaker Sumenep telah melakukan pemetaan terhadap perusahaan yang akan berpartisipasi. Tercatat sebanyak 35 perusahaan siap membuka berbagai lowongan kerja dari beragam sektor usaha.
“Semakin banyak perusahaan yang terlibat, semakin besar pula peluang yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap kesempatan ini benar-benar digunakan sebaik mungkin oleh para pencari kerja,” katanya.
Disnaker juga mengimbau peserta untuk mempersiapkan diri sebelum menghadiri Job Fair. Dokumen yang perlu dibawa antara lain Kartu AK-1 (Kartu Kuning), surat lamaran kerja, Curriculum Vitae (CV), pas foto, serta sertifikat kompetensi atau dokumen pendukung lainnya.
“Kami berharap peserta datang dengan persiapan yang matang, memahami posisi yang akan dilamar, serta mampu menunjukkan kemampuan terbaik saat bertemu dengan pihak perusahaan,” tegas Eko.
Lebih lanjut, Disnaker menargetkan Job Fair 2026 tidak hanya ramai dikunjungi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan kecocokan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi tenaga kerja yang tersedia.
Berdasarkan data Disnaker, pelaksanaan Job Fair tahun 2024 diikuti lebih dari 1.000 pencari kerja, sedangkan pada tahun 2025 jumlah peserta mencapai sekitar 800 hingga 900 orang. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas sosialisasi dan layanan informasi ketenagakerjaan kepada masyarakat.
“Yang terpenting bukan sekadar banyaknya peserta yang hadir, melainkan bagaimana Job Fair ini mampu mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja yang tepat sehingga menghasilkan penempatan kerja yang nyata,” pungkasnya.
Penulis : Ifan
Editor : ZR










